Galian C Ilegal di Jalan Cagak dan Dawuan Ditutup

KOTASUBANG.com, Subang – Satpol PP Kabupaten Subang kembali menutup lima lokasi penambangan galian C ilegal tersebar di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Subang, Senin (15/6/2015).

Dengan demikian selama tahun 2015 Satpol PP Kab. Subang sudah melakukan penutupan terhadap 14 lokasi penambangan yang tak memiliki ijin.

Lima lokasi penambangan galian C ilegal yang ditutup, Senin lokasinya berada di Kecamatan Jalancagak dan Dawuan. Dari lima lokasi tersebut terdiri dari empat penambangan pasir dan satu lagi penambangan batu. Sedangkan tempatnya, dua lokasi berada di Kecamatan Jalancagak, dan tiga lagi di Kecamatan Dawuan.

“Kelima lokasi aktifitas penambangan galian C yang kami tutup hari ini, semua tak punya ijin. Sesuai dengan ketentuan, dan rekomendasi dari dinas pertambangan dan energi harus ditutup. Apalagi sebelumnya sudah disampaikan surat teguran hingga tiga kali,” tegas Penyidik PNS Satpol PP Kabupaten Subang, Dadeng Supriatna yang memimpin penutupan lokasi galian C tersebut.

Dia mengaku kelima lokasi penambangan galian C yang ditutup sebelumnya sudah diberikan surat teguran. Malahan surat teguran yang disampaikan sudah tiga kali, sesuai aturan yang berlaku.

truk pasir subang

Demo warga Dawuan menuntut penutupan Galian C Ilegal tahun 2014 lalu

“Kami mengirim surat teguran kepada pengelola galiannya, tetapi tak juga diindahkan sehingga hari ini kami melakukan penutupan. Setelah itu kami akan melanjutkan pemanggilan para pengelolanya untuk menjalani pemeriksaan,” katanya.

Dikatakan Dadeng, pasca penutupan paksa para pemilik maupun pengelola galian C yang lokasi penambangannya diperbolehkan diberikan kesempatan mengurus perizinan.

Namun sesuai aturan yang berlaku tak dibolehkan ada aktifitas selama belum memiliki ijin. “Sebelum mengantongi ijin, mereka dilarang melakukan aktivitas penambangan,” ujarnya.

Sementara Kepala Satpol PP Subang, Asep Setia Permana, mengatakan lima lokasi penambangan galian C yang ditutup hari ini masing-masing milik Darya di Desa Bunihayu Kecamatan Jalancagak berupa tambang pasir, dan milik Maman di Desa Tambakmekar Kecamatan Jalancagak berupa tambang batu.

Kemudian tiga tambang pasir di Kecamatan Dawuan, yaitu milik Agus di Blok Tanjung Desa Jambelaer, milik Sukamto di Desa Dawuan, dan milik Dodo di Desa Jambelaer.

“Jadi selama tahun 2015 hingga hari ini, kami sudah menutup 14 lokasi penambangan tak berijin. Sesuai rekomendasi dinas pertambangan, kami menerima ada 19 galian C yang tak memiliki ijin, sisanya ada lima lokasi lg yang hrs ditutup dan akan segera kami lakukan penutupan,” katanya. (PR)