Peserta Diskusi Siap Bersama Lakukan Riset Dampak Industri di Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Diskusi mengenai industrialisasi di Subang yang digelar di aula SKB, jalan Marsinu, Subang (14/6/2015) mengarah pada rencana riset atau penelitian yang akan dilakukan bersama para peserta diskusi. Nantinya secara sukarela para relawan yang disepakati bernama Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) akan menyebar ke tujuh zona industri untuk memotret dampak industri yang terjadi di wilayah tersebut.

Dosen STIESA Gugyh Susandi yang merupakan salah seorang inisiator riset ini mengungkapkan penelitian ini akan memotret realita sesungguhnya yang terjadi pada dunia industri di kabupaten Subang khususnya terkait isu strategis (a) kondisi tekanan sosial ekonomi pada buruh perempuan, (b) kondisi lingkungan sosial ekonomi masyarakat disekitar zona kawasan industri dan (c) Potret keadaan Rumah Tangga Petani terkini setelah terjadi Industrialisasi sangat perlu untuk kita ketahui.
IMG_20150615_152157

“Menyusun rencana dan mengevaluasi sistem yang berjalan memerlukan data dan informasi tentunya, itulah misi Relawan Pengkaji Informasi Publik ini,” ungkapnya.

Sementara itu Yanu Endar Prasetyo, Peneliti LIPI mengungkapkan tujuan dari riset berbasis partisifatif voluntarisme (sukarela) ini adalah untuk mendapatkan data primer terkait realitas kehidupan buruh pabrik, dampak lingkungan sekitar pabrik dan Rumah Tangga petani di Kawasan Industri Subang. Selain itu penelitian ini juga untuk mengidentifikasi dan mendeteksi masalah sosial,ekonomi,budaya dan lingkungan yang muncul akibat dari industri/pabrik di Subang.

“Dari hasil riset ini juga akan disusun rekomendasi kebijakan kepada stakeholder terkait pencegahan dan penanganan / alternatif solusi dari dampak industri di Kabupaten Subang,” ungkap Yanu.

Berbagai elemen masyarakat yang hadir dalam diskusi tersebut juga telah menyatakan kesiapannya untuk bersama-sama melakukan riset ini

Wira dari Aliansi Buruh Subang (ABS) menyatakan siap mendukung pelaksanaan riset tersebut . Menurutnya sebuah konsep harus didukung fakta dan data.

IMG_20150615_152128

“Akan bagus sekali jika kita melibatkan masyarakat bawah. Data yaang kita peroleh nantinya bisa merubah sistem atau setidaknya memberikan kesadaran kepada masyarakat,” ungkapnya.

Mewakili buruh perempuan Esty mengungkapkan ini merupakan kepedulian bersama masyarakat yang masih peduli pada Subang.

“Terlepas nanti hasilnya maksimal atau tidak, ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap Subang,” katanya.

H. Ade Mulyana dari Himpaudi mengungkapkan dengan riset kita akan menemukan fakta sebenarnya agar nanti bisa mendiagnosa dampak industrialisasi.

“Hal ini tentunya dengan dukungan data yang valid. Kami sangat mendukung dilakukannya riset ini,” katanya.

Sementara itu Lurah Cigadung, Yuli Merdekawati mengungkapkan Ini bukan sekedar penelitian, tetapi merupakan hasil kerja keras masyarakat Subang yang juga akan bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Subang.

“Penelitian ini akan menjadi bahan untuk membuat kebijakan sehingga akhirnya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ferdi Fathurohman dari Himpunan Alumni IPB Kabupaten Subang mengungkapkan data/informasi empiris merupakan dasar perencanaan ke depan, sehingga hal ini penting untuk dilakukan.

Hal senada juga diungkapkan Chaerul Arif dari PMII, menurutnya tanpa data segala sesuatu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, oleh karena itu dirinya mendukung dilaksanakannya riset ini.

IMG_20150615_152136

Yanu menungkapkan pengumpulan data ini sangat penting. Menurutnya bergerak tanpa data bisa berbahaya. Apalagi mengambil keputusan dengan data dan informasi yang minim, kemungkinan merugikan banyak pihak lebih besar.

“Bukan hanya penguasa wilayah yang butuh data, tapi publik dan komunitas akar rumput juga harus melek data. Data tunggal (single data) itu bagus dalam pengambilan kebijakan, tapi data pembanding juga penting untuk kontrol dan pengukur kesenjangan,” katanya.
“Riset ini akan mengajak masyarakat Subang untuk “Melek Data”, ujarnya. (baca juga : Diskusi Publik : Buruh Perempuan Jadi Sorotan Utama)