Ketika Kadisbudparpora Main Rorodaan dengan Camat Ciasem

KOTASUBANG.com, Ciasem – Puluhan anak sekolah tampak ceria memainkan berbagai kaulinan barudak lembur (permainan anak kampung) dalam gelaran Alimpaido Kaulinan Budak Lembur di lapangan kantor kecamatan Ciasem, Kamis siang (11/6/2015). Bukan cuma anak-anak Kadisbudparpora dengan Camat Ciasem juga tampak ceria bernostalgia ketika didaulat untuk main rorodaan.

Bagi sebagian dari anak-anak ini permainan yang biasa dimaikan para orang tua zaman dulu ini mungkin baru mereka ketahui dan mainkan hari itu. Permainan yang dilombakan yaitu jajangkungan, kelom batok, rorodaan, gasing, sorodot gaplok, gatrik, engkle dan nyumpit.  Berlomba dalam tim, mereka yang berhasil menjadi juara pertama dalam acara Alimpaido ini akan mewakili Kabupaten Subang dalam Alimpaido tingkat Provinsi Jawa Barat.

disbudparpora subang

Bupati Subang Ojang Sohandi dalam sambutan yang dibacakan Kadisbudparpora Kabupaten Subang Asep Nuroni, mengungkapkan menjaga kelestarian lokal seperti kaulinan barudak merupakan kewajiban seluruh masyarakat.

“Saat ini anak-anak lebih memilih budaya luar negeri sementara nilai tradisional budaya kita sendiri mulai hilang. Kita berkewajiban mempertahankan dan melestarikan budaya lokal seperti ini untuk menahan budaya asing,” katanya.

Asep Nuroni menambahkan kemajuan teknologi yang membawa pengaruh asing tak dapat dihindari, namun bagaimana caranya kita harus memperkenalkan budaya lokal yang sarat dengan pesan moral kepada anak-anak untuk mengimbangi budaya luar tersebut.

budpar subang

“Kaulinan barudak zaman dulu mempunyai nilai moral seperti kebersamaan dan kerjasama tidak seperti budaya barat yang masuk ke indonesia saat ini yang cenderung menjadikan anak menjadi individual. Untuk itu permainan seperti ini harus terus diperkenalkan karena dapat membentuk karakter anak,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Budaya Disbudparpora Kabupaten Subang, Yatin, S.Pd. Menurutnya Permainan dalam Alimpaido miliki makna mendalam karena punya nilai filosofis.

“Rorodaan misalnya, saat main rorodaan ada nilai tertanam disana. Ada keseimbangan dalam arti luas seperti berpikir positif, memelihara emosional dan lain-lain. Dalam permainan ini ada aktifitas yang mendororng dan yang mengemudi hal ini mengajarkan nilai kerjasama. Yang mendorong sebagai orang yang mengantarkan maju ke depan, sebaliknya yang naik harus mengemudi melalui track-nya, artinya kita hidup harus pada jalur yang benar,” paparnya.

subang alimpaido

Sedangkan permainan enggrang mengajarkan untuk memlihara keseimbangan emosional, konsentrasi dan kekuatan fisik seseorang. Permainan perepet jengkol ada nilai mewujudkan gotong royong dan pada permainan menyumpit kita belajar berkonsentrasi dan harus cermat menuju sasaran.

“Dalam permainan-permainan tersebut anda nilai motorik, nilai estetis dan nilai lain yg harus kita kembangkan dalam rangka menangkal arus globalisasi, yang saat ini banyak membawa dampak yang merusak moral,” imbuhnya.

Selanjutnya Asep Nuroni mengungkapkan bahwa rencananya kegiatan Alimpaido ini akan dimasukkan ke dalam kalender kegiatan tetap dengan sistem pemerataaan di setiap daerah. Pihaknya juga akan terus bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan kegiatan Alimpaido ini.