Sinergitas Langkah Urang Subang dalam Menegakkan Ciri dan Cara Strategis Menghadapi Perubahan

“Subang makalangan
Pengkuh dina lengkahna
Teneung ludeung jeung pertentang
Juang bakti jeung bukti papada urang
Subang anu urang
Urang anu Subang
Subang makalangan
Galeuh jatining diri
Moal kasilih ku junti
Silih asah, Silih Asih, Silih Asuh
Subang anu urang
Urang anu Subang
Ingsun medal makalangan
Teuneung ludeung ngabela Sanghyang
Subang anu urang
Urang anu Subang”

Komposisi syair di atas merupakan isi dari lagu Subang Makalangan, salah satu lagu dalam album “Subang Makalangan Nangtungan Jaman” yang diusung dan dipublikasikan oleh Yayasan Sentra Budaya Buah Sadulur (YSBBSD) sebagai salah satu upaya menegakan potensi ciri urang Subang melalui eksplorasi bahasa buhun urang Subang, yang notabene mengandung rumusan tata nilai yang adiluhung. “Buah lampah buahna ngabuka sajarah, wibawa fatwa nu jadi amanah”, proses langkah dan upaya urang Subang dalam menggali potensi budaya daerahnya, secara faktual akan membuka sejarah tipikal jati diri urang Subang. Kewibawaan dan bukti rumusan tata nilai yang telah bergulir, yang merupakan hasil karya para leluhur urang Subang, merupakan amanah yang telah kental mewarnai perjalanan budaya urang Subang selama ini. Walaupun berbagai pihak menilai dan mengkhawatirkan tata nilai yang selama ini dibangun oleh para leluhur kita, lambat laun tersasa semakin memudar dan menghilang. Namun selama masih ada urang Subang, yang terpanggil rasanya, Subang akan terjaga ciri dan caranya sesuai orientasi dari misi Yayasan Sentra Budaya Buah Sadulur (YSBBSD) yang berkeinginan untuk mewujudkan sikap memiliki urang Subang terhadap wilayahnya, dengan motto; Subang nu Urang, Urang nu Subang, Silih jaga, Silih Bela, Nalikeun rasa.

Dilandasi sebuah dasar pemikiran bahwa Subang merupakan wilayah yang notabene berpotensi cukup mumpuni dalam asset Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Kultural (SDK) dan Sumber Daya Alam (SDA), maka kiranya dipandang perlu adanya rumusan sinergitas pemahaman dan penerapan aspek budaya dalam memberikan kontribusi positip peran serta masyarakat, dalam turut serta membangun Subang dengan ragam dan pola terpadu, berdasarkan latar belakang kompetensi sumber daya manusianya masing-masing. Saatnya “urang Subang” memberi landasan tekad dan sinergitas langkah dengan mengedepankan falsafah, apa yang “urang Subang” dapat berikan untuk Subang. Mari Budayakan Budaya Subang Berbudaya.

background bsd

Dalam rangka mempertegas sinergitas pemahaman dan langkah strategis dalam kontribusi “urang Subang” terhadap laju pembangunan di Kabupaten Subang, khususnya dalam aspek budaya, maka dipandang perlu adanya pondasi pemahaman dan penerapan berkaitan dengan aspek budaya itu sendiri. Maka oleh karena itu, dipandang perlu pula untuk memberi kesempatan kepada potensi sumber daya manusia (SDM) ataupun tokoh-tokoh “urang Subang” dalam bidang budaya meliputi; kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), kelompok bahasa, kelompok mata pencaharian, kelompok organisasi sosial, kelompok religi dan kelompok kesenian, untuk menuangkan sudut pandang dan langkah strategis berkaitan dengan pemahaman dan penerapan langkah strategis membangun budaya Subang dari perspekstifnya masing-masing. Rumusan inilah yang nantinya akan menjadi referensi pemahaman dan langkah strategis bersama dalam menentukan tugas dan peran masing-masing dalam kontribusi membangun Subang dengan dilandasi sikap dan pola kebersamaan “silih jaga, silih bela, nalikeun rasa”.

Deklarasi Budaya Urang Subang itu sendiri akan mengusung 3 pilar gerakan budaya urang Subang dalam menyikapi sinergitas sikap urang Subang dalam menghadapi era perubahan. 3 Pilar gerakan budaya urang Subang tersebut terangkum dan mengerucut dalam 3 pondasi kalimat amanah buhun meliputi:
1. Someah hade ka semah
2. Pindah cai pindah tampian
3. Jati ulah kasilih ku junti
Masing-masing poin dari 3 pilar gerakan budaya urang Subang ini, dilengkapi dengan 5 kudu (keharusan) dan 5 ulah (larangan), yang juga diambil dari fatwa nilai-nilai budaya leluhur urang Subang. Sebagian besar kalimat-kalimat yang menjadi konten 3 pilar gerakan budaya urang Subang tersebut di atas, terdapat pada syair-syair album “Subang Makalangan Nangtungan Jaman”.

Sudut pandang pemahaman dan langkah strategis membangun Subang dari kacamata praktisi budaya inilah, yang akan bermuara pada sinergitas sikap dan langkah strategis serta akan mampu memperkaya pemahaman “urang Subang”, dalam kaitannya dengan bagaimana menyikapi laju pembangunan Subang itu sendiri dari sudut pandang para praktisi budaya. Sehingga laju pembangunan Kabupaten Subang seperti apapun, diharapkan tidak akan mampu menghilangkan ciri dan cara khas yang teraplikasi melalui rumusan tata nilai budaya “urang Subang”. Sikap-sikap tersebut di atas, merupakan bagian langkah yang diusung oleh Yayasan Sentra Budaya Buah Sadulur (YSBBSD) untuk diwujudkan dan disosialisaikan dalam tajuk acara : DEKLARASI BUDAYA URANG SUBANG DAN LAUCHING ALBUM SUBANG MAKALANGAN NANGTUNGAN JAMAN” yang  diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 6 Juni 2015 di Lapangan Sepak Bola Ciela Purwadadi Subang.

(Penulis : Nandang Kusnandar, S.Sn / Yayasan Sentra Budaya Buah Sadulur)