Kampung Jati Mas

Bagi sebagian penduduk kota besar seperti Jakarta, menikmati sejuknya hembusan angin pegunungan berteman dengan merdunya nyanyian burung-burung penghuni rimbunnya pepohonan dapat menjadi pelipur penat lepas bertarung di atas tumpukan beton pencakar langit. Dada yang sesak akibat asap kendaraan serta gendang telinga yang bising oleh raungan knalpot terpaksa memang harus diresapi demi mengejar sebuah penghidupan yang sempurna.

Well, ketimbang stress lantaran memikirkan pekerjaan yang tidak ada habisnya, lebih baik Anda segera mengarahkan mobil kesayangan menuju daerah Subang, Jawa Barat. Yah, hitung-hitung pelesir bersama keluarga tercinta yang mungkin sudah mulai jarang Anda lakukan.

Thanks for the great innovation called jalan tol, perjalanan menuju sebuah resort yang mengedepankan pesona agrowisata berjuluk Kampoeng Jati Mas menjadi lebih mudah dan cepat. Untuk mencapai kawasan wisata yang terletak di Desa Kampung Pasir Bilik, Kecamatan Jalancagak tersebut hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam. Namun saya jamin perjalanan tersebut tidak bakal terasa melelahkan . Karena kita dihibur oleh indahnya pemandangan sawah menghijau yang terhampar di pinggir jalan berkelok dan menanjak.

Di lokasi seluas 22 hektar yang berada di atas sebuah bukit ini, mata kita seolah disihir oleh panorama Gunung Cangak, Tangkuban Perahu, Tampomas dan Gunung Burangrang. Untuk mencairkan kembali kepala yang sesak dengan rutinitas, Anda dapat mencoba spa and theraphy. Toh tidak ada salahnya kan kalau kita sekali-kali memberi perlakuan istimewa terhadap tubuh kita sendiri. Lagipula selagi Anda memanjakan badan, istri tercinta dapat memilih berbagai jenis tanaman anggrek, afhordia, kamboja Jepang, hingga bibit 5.500 pohon jati mas yang tertata apik di dalam tujuh unit green house seluas 30 x 15 meter persegi tersebut. Istri Anda pun dapat sekalian memanen buah strawberry segar langsung dari pohonnya.

Lalu apa kegiatan yang cocok untuk buah hati Anda? Jangan khawatir, mereka juga bisa menikmati sensasi bertualang di alam bebas di atas unit ATV (All Terrain Vehicle), menunggang kuda, atau bahkan bersenda gurau di wahana flying fox, spider web, dan wall climbing yang diasuh oleh petugas-petugas berpengalaman.

Lelah beraktifitas seharian? Maka kini saatnya Anda menjajal penganan khas tanah Sunda hasil olah ide chef – chef profesional Kampoeng Jati Mas. Misalkan saja nasi kelemeng. Jenis nasi yang kerap disebut nasi liwet ini dimasak di dalam buah kelapa yang digarang di atas tungku, maka di café Balik Deui nasi yang telah diberi larutan santan dan potongan daun serai tersebut dimasak di dalam kastrol atau wadah besi. Selanjutnya, hidangan dilengkapi dengan topping ikan asin jambal roti serta petai yang kian mantap menjadi selingan lauk tahu, tempe, dan ayam goreng sambal dadak. Segelas ramuan Si Jambrong alias campuran jus strawberry dan nenas bisa menjadi penutup yang menyegarkan.

Wuihh, mantap kan? Mendengarnya saja, saya serasa ingin meneteskan air liur. Tapi tahan dulu! Setidaknya sampai Anda merasakan steak andalan café hasil olah keempukan irisan daging sirloin dan tenderloin yang dipanggang di atas bara api. Selaras dengan tema nusantara yang dianut oleh lokasi berkonsep one stop resort ini, maka western food tersebut dipadukan dengan cita rasa Sunda yang cukup kental. Jadi jangan heran jika Anda disajikan pilihan saus balado, rendang atau semur hingga side dishes berupa cassava (singkong) dan karedok sebagai pengganti kentang dan selada. Cukup unik kan? Sebagai hidangan penutup, Anda harus mencoba perpaduan antara cita rasa gurih dan manis cita rasa Sampey Edan.Makanan ini terbuat dari potongan singkong lembut yang disiram oleh lapisan fla yang terbuat dari tepung beras dan pandan dicampur strawberry. Hmmm…yummy…

Ingin merasakan segarnya udara pagi khas pegunungan sembari mendengarkan celoteh burung-burung liar yang hinggap di dahan jati? Just check-in the bungalows. Untuk sementara ini tempat-tempat peristirahatan yang tersedia menggunakan konsep Rumah Palembang. Sedangkan beberapa bungalow dengan konsep nusantara lainnya masih dalam tahap pengembangan. Guna dapat menikmati semua fasilitas yang ada di Kampoeng Jati Mas, para tamu cukup merogoh kocek antara Rp. 1.250.000 hingga Rp. 2.000.000. Namun rasa-rasanya harga tersebut masih belum mampu menebus indahnya suasana pedesaan yang akan Anda dapatkan. Such a heavenly paradise…

(dipo)

Berita Terkait: