Pola Pengangkatan Pejabat Subang Usang, Perlu Ada Uji Kompetensi

KOTASUBANG.com, Subang – Pola pengangkatan pejabat dilingkungan Pemkab Subang saat ini dinilai telah usang. Hal itu diungkapkan Dr. Sumarna, M.Pd disela-sela diskusi publik yang digelar Forum Mahasiswa dan Sarjana Subang Se-Indonesia (Formassi) dengan tema Refleksi Hari Kebangkitan Nasional Sebuah Inspirasi menuju Gapura Subang , Sabtu kemarin (23/4/2015) di Pendopo Kabupaten Subang.

“Pola pengangkatan pejabat saat ini sudah usang, itu tidak mengacu pada profesionalisme. Seharusnya pejabat yang kompetensinya di Depkes tidak ditempatkan Disdik, atau yang seharusnya di PU jangan dipindah ke Disdik, ” katanya mencontohkan.

“Mau meningkat gimana kualitasnya kalau hal ini tidak diperhatikan. Ketika menjabat mereka harus memiliki kemampuan sesuai  bidangnya dalam menjalankan jabatannya itu,” ungkapnya.

CFqsSzCUkAAPCpZ.jpg large

Dr. Sumarna, M.Pd pada publik yang digelar Forum Mahasiswa dan Sarjana Subang Se-Indonesia (Formassi) di Pendopo Subang

Doktor kelahiran Bojongloa, Kasomalang ini mengungkapkan pentingnya dilakukan uji kompetensi sebelum pengangkatan pejabat. Ia memaparkan setidaknya ada 3 tahapan yang harus dilalui seseorang sebelum diangkat menjadi pejabat. Pertama, para calon pejabat harus melalui seleksi administratif. Di sini menurut Sumarna harus ada standar yang ditentukan, seperti golongan, jenjang pendidikan dan pengalaman. Kedua, dilakukan seleksi akademik, hal ini untuk mengukur kompetensinya terhadap bidang yang dihadapi. Selanjutnya calon pejabat ini harus mengikuti pelatihan yang merupakan jembatan terakhir bagi calon pejabat untuk menerima berbagi ilmu untuk diimplementasikan di lapangan. Mengenai hal ini ia mengusulkan adanya balai Diklat, sehingga para pejabat bisa dilatih di sana dengan tenaga pengajar Widaswara dari Lembaga Administratsi Negara (LAN).

“Uji kompetensi ini akan bicara layak atau tidak layak seseorang menjabat bidangnya. Saat ini baru level Kepala Sekolah yang diuji kompetensinya, untuk level Kasi atau Kadis malah belum, padahal itu yang paling penting,” kata Dosen di beberapa Perguruan Tinggi di Bandung ini.

 “Hal ini terus kita dorong, mudah-mudahan ini menjadi masukkan yang positif,” pungkasnya.