Lima Doktor Pituin Subang Bicara Tentang Tanah Kelahirannya

KOTASUBANG.com, Subang – Forum Mahasiswa dan Sarjana Subang Se-Indonesia (Formassi), Sabtu kemarin (23/4/2015) menyelenggarakan dialog dengan tema Refleksi Hari Kebangkitan Nasional Sebuah Inspirasi menuju Gapura Subang di Aula Pemkab Subang.

Hadir dalam dialog tersebut 5 orang Doktor asal Kabupaten Subang yang menjadi dosen di berbagai Perguruan Tinggi di luar Subang. Kelima Doktor tersebut adalah Dr. Asep Saeful Munir, M.Ag,  Dr. Dadan Anugerah, M.Si,  Dr. H.T Effendy Suryana, SH, M.Si,  Dr. Sumarna. M.Pd dan Dr. Dadang Kuswana, M.Ag.

Ketua DPRD Ir. Beni Rudiono menyambut baik digelarnya acara ini, ia berharap lebih banyak lagi akademisi kelahiran Subang, yang turun langsung turut berperan atau setidaknya memberikan masukkan kepada pemerintah daerah untuk membangun Subang.

Bupati Ojang Sohandi memberikan sambutan
Bupati Ojang Sohandi memberikan sambutan
CFqXa08UgAAZOu0.jpg large
Ketua DPRD, Ir. Beni Rudiono memberikan sambutan

“Belum menjadi urang Subang kalau para tokoh yang sudah sukses diluar belum kembali turut membangun Subang. Kita butuh kajian dan banyak hal dari para akademisi,” ungkap Beni.

Bupati Ojang Sohandi yang juga hadir dalam acara tersebut juga menyambut positif acara semacam ini, menurutnya ia juga butuh masukan dari berbagai pihak.

Selanjutnya Ojang mengatakan Subang ke depan harus punya cita-cita yang luar biasa. Menurutnya pendidikan adalah hal yang sangat penting.

“Majunya suatu daerah biasanya ditandai dengan majunya lembaga pendidikan dan majunya industri, oleh karena itu orang Subang kudu encer otak, kuat akhlak, bedas taktak jeung lega leutak (cerdas, berakhlak, kuat sehingga bisa sejahtera),” paparnya.

Sementara itu kelima dosen tersebut turut mengungkapkan pandangannya terkait kondisi Subang saat ini dan masa datang. Acara dialog ini pun kemudian lebih menjadi media sumbang saran para akademisi dan masyarakat kepada pemerintah.

Dr. Asep Saeful Munir, M.Ag menyoroti pentingnya pendidikan generasi Subang dari sejak dini.

“Proyeksi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan lebih baik jika pendidikan anak dibiasakan dari kecil sesuai arah perkembangannya,” jelasnya.

Sementara itu ahli komunikasi Dr. Dadan Anugerah, M.Si menyarankan agar Subang harus membentuk sebuah brand image.

CFqsSzCUkAAPCpZ.jpg large
Dr. Sumana, M.Pd tengah mengungkapkan pendapatnya

“Subang ini ingin di kenal sebagai kota apa?, ini merupakan hal yang penting, saat ini kan belum jelas arahnya kemana,” kata Doktor kelahiran Cibogo ini.

Dadan juga menilai program Gapura Serasi yang saat ini dijalankan implementasinya belum tampak. Menurutnya Subang harus memiliki pusat kajian budaya dan sejarah dan ini bisa sejalan dengan program Gapura Serasi.

Dr. H.T Effendy Suryana, SH, M.Si mengungkapkan bahwa pendidikan harus menjadi elemen pertama. Menurutnya, kalau bisa di setiap RW terdapat PAUD yang kompetensi gurunya benar-benar diperhatikan. Ia juga mengusulkan dibangunnya SMK berbasis pesantren dimana di dalamnya diajarkan berbagai bahasa asing. Selain itu ia juga mengungkapkan pentingnya Lembaga Sertifikasi profesi (LSP), hal ini terkait MEA yang akan datang.

“Dan yang terpenting adalah Clean Government, kuncinya yaitu disiplin, responsibility dan visioner,” ujarnya.

Senada dengan Effendy, Dr. Sumarna, M.Pd juga menyoroti pentingnya pendidikan. Menurutnya pendidikan merupakan dasar moralitas bangsa.

CFqvoR7UkAAFSh0.jpg large
Dr. H.T Effendy Suryana, SH, M.Si memberikan pandangannya

“Selain itu Subang juga perlu lembaga pengkajian, karena biasanya apa yang dibuat tidak berdasarkan kajian,” katanya.

Mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) Doktor keahiran Bojongloa, Kasomalang ini mengusulkan didirikannya badan Diklat daerah yang bersinergi dengan Bappeda dan BKD. Ia juga mengungkapkan perlunya uji kompetensi untuk para pejabat Subang.

Akademisi lain Dr. Dadang Kuswana, M.Ag menyoroti industrialisasi yang kini tengah memasuki Subang. Ia mengungkapkan pentingnya MOU dengan investor yang masuk.

“Terkait gender yang akan dipekerjakaan di Pabrik misalnya, kini terlalu banyak buruh wanita yang dipekerjakan. Harus adanya pembagian yang proporsional antara buruh wanita dan pria. Selain itu perusahaan juga harus memberdayakan sumber daya manusia di sekitar Pabrik. Mereka harus diutamakan untuk dipekerjakan,” paparnya.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta dialog mempertanyakan berbagai hal, mulai dari dana CSR yang tak dirasakan masyarakat hingga keluhan atas kondisi gedung Wisma Karya yang sangat memprihatinkan.

 Sekda Abdurakhman yang juga hadir dalam acara dialog tersebut mengungkapkan, hasil dari dialog ini nantinya akan dibawa pula ke forum OPD.

Berita Terkait: