Naiknya Investasi di Subang Tidak Berpengaruh Siginifikan Pada Daya Beli Masyarakat

KOTASUBANG.com, Subang – Dari tahun 2007 hingga 2013 laju pertumbuhan investasi pada sektor industri skala besar di Kabupaten Subang mengalami peningkatan signifikan yaitu naik sebesar 1.370,3 Milyar atau naik sebesar 990 %. Dengan Penanaman Modal Asing (PMA) pada sektor industri mengalami peningkatan signifikan yaitu sebesar 281 Milyar atau naik sebesar 226.6 % dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) naik hingga 1.086,4 Milyar.

Naiknya nilai investasi di Kabupaten Subang yang luar biasa tersebut ternyata tidak diimbangi dengan naiknya daya beli masyarakat secara signifikan. Hal itu disampaikan dosen STIESA, Gugyh Susandi, M.Si pada acara diskusi publik yang digelar di Aula SKB, jalan Marsinu, Subang 17/5/2015 lalu.

Bahkan dari hasil penelitiannya yang berjudul Analisis Dampak Industri Terhadap Daya Beli Masyarakat Kabupaten Subang, daerah Purwadadi sebagai salah satu titik pusat industri, daya beli masyarakatnya lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata Kabupaten Subang.

daya beli subang

“Dari hasil penelitian menunjukkan hubungan antara naiknya investasi di Subang dengan daya beli masyarakat ternyata tidak siginifikan atau tidak nyata. Peningkatan daya beli hanya dipengaruhi investasi sektor industri sebesar 22% saja sedangkan 78 % lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya,” papar Gugyh.

Gugyh juga mencatat daya beli masyarakat Subang tahun 2013 hanya meningkat 7.68 % jika dibandingkan dengan daya beli tahun 2007 di mana daerah-daerah yang daya belinya di atas rata-rata Kabupaten adalah kecamatan Pagaden, Binong, Tambak Dahan, Pamanukan, Ciasem, Sukasari, Pusakanagara, Blanakan, Cijambe, Cibogo, Subang, Kalijati, Dawuan, Cipeundeuy, Patok Beusi, Cikaum Pagaden Barat, Jalan Cagak, Ciater, Cisalak, Kasomalang dan Tanjung Siang. Daerah yang daya beli masyarakatnya lebih rendah dari rata-rata Kabupaten adalah Cipunagara, Pusakajaya, Legon Kulon, Pabuaran, Purwadadi, Sagalaherang, Serang Panjang. Sedangkan Compreng nilai daya beli masyarakatnya sama dengan rata-rata Kabupaten.

daya beli subang a copy

Melihat pengaruh nilai investasi yang tidak signifikan terhadap naiknya daya beli masyarakat tersebut Gugyh menyarankan untuk lebih mengutamakan investasi pada sektor industri yang dapat mengembangkan sektor ekonomi lokal. Misalnya di bidang agribisnis yaitu beras Subang, rambutan, melinjo, ikan, olahan nanas, pariwisata dan lainnya.

“Sehingga potensi-potensi yang dikembangkan tadi tidak hanya akan berdampak pada tingkat upah serapan dan tenaga kerja tapi juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan secara luas,” ujarnya.

Gugyh juga mengungkapkan peningkatan daya beli sangat tergantung pada kegiatan ekonomi yang ada. Maka untuk menunjang ekonomi tersebut aksesibilitas seperti sarana dan prasarana seperti infrastruktur jalan, listrik, komunikasi dan lainnya harus diperbaiki dan ditingkatkan.