Inilah Bentuk Sinergi Antara Semua Elemen Masyarakat Untuk Membangun Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Berawal dari diskusi di media sosial tentang kegelisahan masyarakat terkait kesiapan Subang dalam menghadapi era industrialisasi, Minggu (17/5/2015) bertempat di aula SKB jalan Marsinu, Subang digelar kopi darat sekaligus diskusi langsung membahas hal ini.  Puluhan orang dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat yang berasal dari utara hingga selatan Subang antusias mengikuti diskusi, mereka diantaranya berasal dari Facebooker Subang, HMI Subang, buruh dari beberapa perusahaan yang tergabung dalam FSPMI, KASBI, SPSI-LEM, SPSI, Akademisi dan masyarakat lainnya.

Dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmaja (STIESA) Gugyh Susandi yang juga turut hadir dalam diskusi tersebut menyambut baik acara tersebut bahkan menurutnya harus ditingkatkan.

Sebagian peserta diskusi berfoto bersama di akhir acara

Sebagian peserta diskusi berfoto bersama di akhir acara

“Ini merupakan sebuah kegiatan berfikir kritis dan solutif terhadap suatu masalah yang dikemas dalam diskusi yang interaktif menghadirkan semua unsur stakeholders seperti ini wajib diadakan.  Bahkan diskusi ini perlu terus ditingkatkan,” katanya.

Gugyh mengatakan 3 pilar terbentuknya peradaban yang baik adalah integritas individu, kontrol sosial yang kuat dan negara yang melayani.

“Pada sisi pilar yang kedua ini, penting untuk dibangun bersama oleh elemen sosial masyarakat, salah satunya dengan acara seperti ini. Ini adalah wujud kepedulian kita yang ingin Subang maju beserta masyarakatnya,” tambahnya.

7

Sementara itu peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yanu Endar Prasetyo mengungkapkan acara ini merupakan bukti bahwa sinergi antara akademisi, aktivis, buruh dan elemen lain bisa menyumbangkan sesuatu bagi kabupaten Subang.

“Karena kontrol pembangunan paling efektif adalah dari masyarakat sebagai objek pembangunan bukan hanya objek,” katanya.

Salah seorang peserta diskusi asal jalan Cagak, Asep Kusmana juga menyambut baik acara diskusi ini, menurutnya ini akan menjadi penyadaran kolektif bagi masyarakat.

9

“Dari diskusi seperti ini akan menjadi penyadaran kolektif bagi masyarakat. informasi yang didapat dari sini harus terus disebarkan, sehingga masyarakat bisa faham dengan kondisi yang terjadi di Subang saat ini,” ungkap Asep.

Dari hasil diskusi ini kemudian seluruh peserta sepakat untuk menindaklanjuti hasil diskusi kali ini dengan diskusi lanjutan sambil mengumpulkan data dan informasi di daerahnya masing-masing.

“Bergerak dengan data untuk menjaga lingkungan (fisik dan sosial) di Kabupaten Subang sangat penting, agar tidak salah dalam mendiagnosa  masalah dan solusinya,” kata Yanu. (baca juga : Diskusi Industrialisasi ; Regulasi dan Kondisi Sosial Jadi Prioritas Kajian)