Besok, Aliansi Buruh Subang Tagih Janji Pembuatan Perda Ketenagakerjaan

KOTASUBANG.com, Subang Aliansi Buruh Subang (ABS) yang terdiri dari gabungan serikat buruh KASBI, SPMKB, FSPMI dan FSP LEM akan kembali turun ke jalan Kamis (7/5/2015) esok. Dalam aksinya buruh akan menyampaikan tuntutannya ke Departeman Tenaga Kerja, Kantor DPRD dan Kantor Pemda Subang.

Penanggung Jawab Aksi yang juga menjabat sebagai ketua FSPMI Suwira, mengungkapkan aksi kali ini sengaja dilakukan pada jam kerja agar para buruh bisa beraudiensi dengan para pejabat terkait dan para anggota dewan. Sedangkan hal yang akan mereka suarakan adalah tuntutan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan. Hal ini sebenarnya menurut Wira hanyalah menagih janji dari kesepakatan yang telah dibuat bersama Muspida pada Mayday tahun 2013 lalu. Salah satu kesepakatan bermaterai itu ada satu point tentang akan dibentuknya Perda Ketenagakerjaan.

may day subang 7

“Tahun 2013 lalu kita punya kesepakatan tertulis dengan Muspida. Salah satu isi kesepakan tersebut adalah tentang akan dibuatnya Perda Ketenagakerjaan. Besok kita akan menagih janji itu,” ujar Wira.

“Perda inilah yang akan dijadikan acuan buat pemerintah, pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan hubungan industrial sehingga terciptanya keadilan, kesejahteraan  bagi buruh dan keluarganya hingga terciptanya  pertumbuhan ekonomi daerah yg meningkat,” tambahnya.

Selanjutnya Wira juga meyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila aksi buruh besok akan mengganggu aktifitas masyarakat. Ia juga memohon dukungan dari masyarakat Subang agar perjuangan buruh berhasil dan keadilan bisa ditegakkan.

“Kami dari ABS memohon maaf kepada seluruh masyarakat apa bila aksi kami menggangu aktifitas masyarakat di sekitar tempat aksi, kami juga mohon dukungan dan doa dari masyarakat Subang. Sejatinya keadilan dan kesejahteraan rakyat harus direbut dan diperjuangkan. Dan sesungguhnya perjuangan bersama rakyat lah kemenangan itu akan kita raih,” ungkapnya.

“Saat ini pemerintah tidak komitmen dan berkesan membiarkan ketidakadilan terjadi terhadap kaum buruh  dan masyarakat pada umumnya. Konsep dan lobi-lobi sudah kami upayakan semaksimal mungkin terhadap pemerintah, akan tetapi hal tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan jalan buat menuntut keadilan dan  kesejahteraan buruh. Maka tidak ada upaya lain yang harus kami lakukan, aksi ,aksi dan aksi turun ke jalan lah yangg kami pilih, “jelas Wira.

“Sekali lagi kami mohon maaf kepada masyarakat”, pungkasnya.

Berita Terkait: