Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Sosialisasi Budaya Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Kekayaan budaya Subang adalah identitas daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Subang yang harus terus dijaga kelestariannya dan dikembangkan. Untuk itu kekayaan budaya ini harus terus diperkenalkan kepada khalayak terutama masyarakat luar Subang, sehingga mereka akan mengenal karakter khas Subang yang tak dimiliki oleh daerah lain.

Upaya sosialisasi budaya Subang ini seyogyanya bukan hanya tugas dinas terkait saja, akan tetapi masyarakat juga bisa berperan aktif membantu memperkenalkan kekayaan budaya daerahnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan budaya Subang sebagai bagian dalam setiap acara yang diselenggarakan di Subang baik itu diselenggarakan pihak pemerintah, swasta maupun masyarakat umum.

Salah satu partisipasi masyarakat dalam sosialisasi budaya Subang ini tampak dalam sebuah pesta pernikahan yang diselenggarakan warga Subang, Sabtu (28/3/2015) lalu. Dalam acara tersebut berbagai kesenian Subang turut diperkenalkan kepada para tamu undangan yang tentunya banyak juga yang berasal dari luar daerah Subang.

Acara tersebut dibuka dengan prosesi mapag panganten khas Kabupaten Subang. Dalam prosesi mapag panganten tersebut ditampilkan gerak tari khas Subang yang diiringi dengan komposisi musik khas Subang yang merupakan perpaduan dari Subang pakaleran dan pakidulan. Menurut etnomusikolog Subang, Nandang Kusnandar, S.Sn. Prosesi mapag yang ditampilkan ini relatif baru, berbeda dengan yang sering digunakan saat ini.

“Prosesi mapag panganten yang di tampilkan ini adalah khas Subang, berbeda dengan yang selama ini kita lihat yang sebenarnya diciptakan di Bandung. Prosesi mapag khas Subang ini terutama dapat dibedakan dari komposisi musik yang digunakan, yang merupakan perpaduan dari musik tradisional pantura, tengah dan selatan yang sangat khas Subang,” ujarnya.

Pada acara tersebut juga ditampilkan pantun buhun khas Subang. Penampilan pantun buhun dari mang Ayi tersebut tampak menghipnotis para tamu undangan yang hadir.

Kabid Budaya  Disbudparpora Subang berfoto di depan backdrop bergambar motif batik purba Subang

Kabid Budaya Disbudparpora Subang berfoto di depan backdrop bergambar motif batik purba Subang

subang batik purba

Kedua mempelai bersama Kabid Kebudayaan Disbudparpora Subang

Selain penampilan kesenian khas Subang dalam acara resepsi pernikahan tersebut juga digunakan berbagai ornamen khas Subang diantaranya penggunaan ornamen motif batik purba khas Subang. Motif batik ini digunakan dalam undangan, kartu ucapan terima kasih dan dijadikan backdrop untuk photo booth yang disediakan oleh kedua mempelai.

Para tamu undangan dipersilahkan untuk berfoto gratis di depan backdrop bermotif batik purba khas Subang. Kemudian foto yang telah dicetak dilengkapi dengan figura sederhana yang juga bermotif batik purba dan diberi keterangan singkat tentang sejarah motif batik tersebut.

Siska Amelie Fabiola Deil, wanita berdarah Maluku ini mengatakan, meskipun tidak memiliki darah Subang dirinya sengaja menjadikan pesta pernikahannya sebagai ajang sosialisasi kekayaan budaya Subang yang merupakan daerah yang telah membesarkannya.

“Apalagi kan banyak tamu undangan dari luar Subang, saya ingin mereka mengetahui kekayaan budaya tempat tinggal saya,” ujarnya.

batik purba

Tamu undangan berpose di depan motif batik purba Subang

batik purba subang

Tamu undangan berpose di depan motif batik purba Subang

Sementara itu Kabid Budaya Disbudpapora Kabupaten Subang, Yatin, S,Pd menyambut baik apa yang telah dilakukan warga Subang ini.

“Inilah salah satu contoh partisipasi aktif masyarakat dalam memperkenalkan budaya Subang. Harusnya berbagai pihak juga melakukan hal yang sama baik itu pihak swasta, masyarakat biasa maupun pemerintah harus lebih giat. Banyak kesenian khas Subang lainnya yang juga bisa diperkenalkan dalam acara-acara seperti ini, ” ujarnya.

“Semoga ini dicontoh oleh pihak lainnya, terutama para pejabat yang akan mengadakan acara juga harusnya tidak lupa menjadikan kekayaan budaya Subang jadi bagian dari acaranya,” pungkasnya.