Ojang : Selambatnya 6 Jam, PMI Harus Sudah Di Lokasi Bencana

KOTASUBANG.com, Subang – PMI Kabupaten Subang hari ini, Senin (23/3/2015) melantik kepengurusan PMI Kecamatan Se-Kabupaten Subang periode 2014-2019 di Gedung Puri Kitri Jalan Brigjen Katamso, Subang. Dari 30 Kecamatan yang ada di Kabupaten Subang, baru 24 Kecamatan dilantik hari ini, sementara itu 6 kecamatan lainnya belum dilantik karena belum membentuk kepengurusan.

H. Komir Bastaman selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Subang, menyayangkan hal ini, padahal menurutnya pihaknya sudah melayangkan 2 kali surat permohonan susunan kepengurusan masing-masing kecamatan.

“Padahal surat sudah dilayangkan 2 kali sejak Januari termasuk undangan pelantikan. Keenam Kecamatan yang belum membentuk kepengurusan itu adalah Ciater, Jalancagak, Cipunagara, Pagaden, Cikaum dan Cijambe, “katanya.

Pelantikan pengurus PMI Kecamatan Se-Kabupaten Subang (23/3/2015)

Pelantikan pengurus PMI Kecamatan Se-Kabupaten Subang (23/3/2015)

Selain pelantikan pengurus PMI Kecamatan, di tempat dan waktu yang sama juga dilakukan pelantikan pengurus Forpis, Forum Pembina PMR, KSR dan TSR Kabupaten Subang.

“Tujuan kita guna meringankan penderitaan sesama manusia tanpa membedakan golongan, bangsa, suku, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama dan kepercayaan, sehingga semangat ini harus dipegang teguh oleh pengurus, staf dan para relawan PMI, “ujarnya. Apalagi Subang termasuk daerah yang sering mengalami berbagai bentuk bencana.

Sementara itu Ketua PMI Subang, H. Ojang Sohandi mengungkapkan pengurus dan relawan PMI kecamatan harus cepat tanggap terhadap kejadian di lingkungannya terutama jika terjadi bencana harus segera berkoordinasi dengan Markas PMI Kabupaten.

“Pengurus atau relawan PMI harus responsif dan bekerja cepat dan tepat. Selambat-lambatnya 6 jam setelah terjadi bencana, bendera PMI sudah harus terpasang di lokasi bencana,” ujarnya.

Bupati Ojang juga mengajak warga masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela, karena ketersediaan di Subang selalu kurang.