Warga Subang : Perbaikan Jalan Kenapa Mesti Nunggu Lebaran??

KOTASUBANG.com, Subang – Kerusakan di ruas jalan provinsi Jawa Barat yang menghubungkan Subang – Ciater, Subang – Pamanukan maupun Subang – Sadang semakin parah. Berdasarkan pantauan KOTASUBANG.com ratusan lubang menganga tersebar di sepanjang jalan tersebut dengan berbagai ukuran dan kedalaman bervariasi. Warga masyarakat Subang mengeluhkan kondisi jalan yang membahayakan bagi para pengendara ini.

“Apalagi kalau hujan, lubang-lubang tersebut tergenang air jadi gak kelihatan, sehingga banyak pengendara yang jatuh,” ujar Wisnu, seorang karyawan yang setiap hari beraktifitas melalui jalan provinsi.

Hal senada diungkapkan Saeful, warga Dawuan ini mengaku rusaknya jalan sangat mengganggu aktifitasnya sehari-hari.

“Di ruas jalan Dawuan ada yang rusaknya hampir 20 meter dan rusaknya melebar dari satu sisi ke sisi lainnya. Rusak semua jadi gak ada pilihan jalan yang bagus lagi disitu,” ungkapnya kepada KOTASUBANG.com.

cikadu cijambe subang
Ruas jalan desa Cikadu – Sukahurip – Subang Kota rusak parah

Wisnu menyayangkan kebiasaan Pemerintah saat ini yang biasanya baru memperbaiki jalan mendekati musim mudik lebaran dengan alasan menghemat anggaran.

“Padahal kan nyawa manusia lebih penting. Harapan saya sih setidaknya tambal dulu lah sementara, jangan sampai menyebabkan kecelakaan fatal,” tambahnya.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal, beberapa warga berinisiatif memasang rambu-rambu darurat di jalan yang rusak parah diantaranya dengan memberi tanda dengan batang pohon.

Kerusakan parah juga bukan hanya terjadi pada jalan provinsi saja. Jalan milik Pemkab Subang juga terpantau banyak yang dalam kondisi rusak parah. Jalan raya Purwadadi – Kalijati misalnya, sudah bertahun-tahun jalan ini tak kunjung usai diperbaiki. Kerusakan jalan di daerah ini kerap menimbulkan kemacetan, terutama ketika jam pulang buruh pabrik yang banyak bekerja di daerah tersebut.

Sementara itu tahun 2015 ini Pemkab Subang menganggarkan dana Rp. 200 miliar untuk perbaikan infrastruktur publik, khususnya jalan dan jembatan. Jumlah ini naik dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp. 165 miliar. (baca juga : Tugu Setum Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Distarkimsih)

Berita Terkait: