Demam Batu Akik Ancam Situs Bersejarah di Subang

Makam kuno dipemakaman Kerkoff, Subang terancam para pemburu batu akik

KOTASUBANG.com, Subang – Demam batu akik membuat ekonomi sebagian masyarakat menggeliat. Setiap hari transaksi batu akik bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun meningkatnya gairah ekonomi masyarakat ini kini mulai mengancam keberadaan situs-situs bersejarah.

Para penggemar batu akik ini selain mencari bahan batu akik di sungai-sungai, kini mulai mengancam situs-situs bersejarah di Kabupaten Subang. Salah-satu situs bersejarah yang terancam perusakan karena pencarian batu akik adalah pemakaman Kerkoff di jalan MT Haryono, Subang.

Menurut Udung sebagai penjaga pemakaman tersebut, akhir-akhir ini bayak anak-anak yang mencari bahan batu di areal pemakaman zaman Pamanoekan n Tjiasem Landen ini. Mereka menyangka batu-batu perhiasan ikut dikubur bersama jenazah para gegeden Belanda di sana.

“Iya, sekarang suka ada anak-anak yang nyari batu ali segala di sini. Padahal mereka gak pernah dapet apa-apa, khawatir  merusak” ungkap Udung kepada KOTASUBANG.com.

Makam kuno dipemakaman Kerkoff, Subang terancam para pemburu batu akik
Bekas galian di makam kuno di pemakaman Kerkoff, Subang. Kini situs bersejarah di Subang mulai terancam para pemburu batu akik.

Laporan ancaman perusakan situs bersejarah di Subang juga diterima oleh Kepala Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Jawa Barat. Agus Hanafiah. Ia mengungkapkan pihaknya menerima ancaman perusakan situs-situs bersejarah di Bandung, Garut dan Subang.

“Beberapa hari lalu ada laporan di Garut ada yang mencoba masuk ke situs Kampung Adat Dukuh membawa pahat dan palu yang hendak mencari batu. Di situs Subang larang, Kabupaten Subang juga terjadi fenomena yang sama,” kata dia.

Sementara itu Asep, juru pelihara Situs Subanglarang di Nangerang, Binong mengatakan penggalian manik-manik batu dan logam mulia di kawasan situs memang menggiurkan secara ekonomi. Dirinya mengaku kesulitan untuk menjaga lahan situs seluas 6.000 meter persegi tersebut. Ia berharap pemerintah daerah membantu pengamanan sekitar situs tersebut.

Berita Terkait: