Akhirnya Subang Miliki Perda Pengendalian Miras

Ketua DPRD Subang Ir. Beni Rudiono menggilas ribuan botol miras (10/12/2014)

KOTASUBANG.com, Subang – Sidang paripurna DPRD Kabupaten Subang akhirnya menetapkan Perda Pengendalian dan Pengawasan Minuman beralkohol di Kabupaten Subang, Senin sore (2/3/15).  Perda tentang miras ini kembali digodok DPRD Subang setelah maraknya kasus korban meninggal akibat miras oplosan beberapa waktu lalu.

Sebenarnya, Kabupaten Subang sempat memiliki Perda Miras sekitar 5 tahun yang lalu, namun kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA) karena dinilai bertentangan dengan peraturan/undang-undang yang lebih tinggi.

“Dalam perda ini diatur hanya minuman golongan A dengan kadar alkohol 0-5 persen saja yang boleh beredar di Subang. Peredarannya pun terbatas hanya di supermarket dan hotel berbintang saja,” jelas Agus.

“Jika ada yang membandel, pelakunya bisa dikenai hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta,” tambahnya.

Ketua DPRD Subang Ir. Beni Rudiono menggilas ribuan botol miras (10/12/2014)
Ketua DPRD Subang Ir. Beni Rudiono menggilas ribuan botol miras (10/12/2014)

Hadir dalam paripurna tersebut Bupati Subang, H. Ojang Sohandi. Dalam sambutannya Bupati memberikan apresiasi dengan ditetapkannya Perda Pengendalian Peredaran Miras ini.

“Kami tidak ingin ada lagi nyawa yang melayang sia-sia gara-gara minuman keras ini” ungkapnya.

“Kita juga akan segera mengeluarkan perbup, setelah perda ini terbit,” tambah Ojang.

Tokoh agama dari unsur Front Pembela Islam, Habieb Salim juga menyambut baik disahkannya Perda miras ini.

“Bila larangan miras tetap dilanggar  jangan salah kami bila melakukan sweeping,” tegasnya.

Sementara itu bersamaan berlangsungnya sidang, puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang berunjuk rasa mengawal pengesahan Perda.  Ketua PMII Cabang Subang, Abdunnasir mengungkapkan, saat ini, peredaran miras dari berbagai jenis dan merk masih dijual bebas di mini-mini market yang bertebaran di seluruh penjuru kota dan desa.

Berita Terkait: