Cinta Subang, Cinta Indonesia dengan #eksplorkampungmu !

KOTASUBANG.com, Subang – Pagi itu, langit terasa lebih sendu. Butiran embun terlihat elok masih menempel erat di setiap helai dedaunan. Kicauan burung saat itu terdengar begitu merdu, syahdu, dan seolah sedang mengucapkan selamat pagi kepada semua penghuni di desa ini, desa yang amat kami cintai. Salahsatu kenangan di desa ini yang selalu kuingat adalah kenangan saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Sebuah sekolah dasar di kampung kecil di pelosok Kabupaten Subang yang mengajari aku akan satu hal penting dalam hidup ini, mimpi. Ya, mimpi.

Masih terngiang dalam ingatanku, saat hari pertama masuk sekolah, dengan raut senyum yang ramah guruku menghampiriku, menyapaku, dan bertanya “pengen jadi apa nanti?”. Aku yang masih bingung menjawab dengan spontan, “pengen jadi Zaenudin MZ, pakai sorban hijau kaya di TV”. Spontan guruku langsung tertawa, terbahak, dan nampak tersirat senyuman bahagianya melihat anak kecil yang begitu polosnya menjawab ingin menjadi seorang tokoh yang ia idolakan, yang sering ia lihat di TV, KH. Zaenudin MZ.

Semenjak hari itu guruku selalu bilang dalam kelas, setiap anak harus punya mimpi. “Bermimpilah setinggi langit, bermimpilah menjadi putera puteri yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa” begitu kata guruku. Tenyata kata-kata guruku itu menyihirku hingga saat ini. Aku tersadar kenapa guruku tidak menyuruh kita untuk bermimpi menjadi Kyai, ABRI, atau polisi layaknya impian kami saat itu. Guruku menyuruh murid-muridnya untuk memegang mimpi untuk menjadi putera-puteri bangsa yang ‘bermanfaat untuk nusa dan bangsa’. Memang betul. Aku tersadar bahwa apapun profesinya, semuanya akan bermuara pada seberapa bermanfaat profesi kita untuk nusa dan bangsa ini, untuk banyak orang, tidak hanya untuk diri sendiri.

B-hTTZECQAAwWjx

Lantas dalam benak aku bertanya, bagaimana caranya memberi manfaat untuk nusa dan bangsa? Sejatinya semua orang memiliki caranya sendiri. Namun, ada satu hal menarik. Berbicara mengenai bagaimana memberi manfaat untuk bangsa, bisa dianalogikan seperti bagaimana memberi sesuatu untuk seseorang. Bukankah untuk memberi kepada seseorang kita harus tau dulu apa yang ia butuhkan? Untuk mengetahui apa yang orang lain butuhkan bukankah kita harus kenal dekat dengan orang itu? Bukan soal hubungan, mungkin lebih kepada seberapa kenal sehingga mendorong rasa peduli sehingga ingin memberi atau membantu orang tersebut. Dalam konteks memberi manfaat ke bangsa, tentu pertanyaannya sudah sejauh mana pengetahuan kebangsaan kita? Sehingga kita terdorong untuk mencintainya dan melindunginya. Hal tersebut dapat dilakukan dari yang terdekat, dari desa. Menggali apa yang ada di kampung kita barangkali bisa membuat kita tersadar betapa besarnya kekayaan budaya, alam, ekonomi bangsa kita sehingga kita bersukur menjadi bagian bangsa Indonesia.

Hal ini barangkali yang terpikirkan oleh sekolompok anak muda di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sekelompok anak muda yang sebagian besar mahasiswa dan pelajar bergabung dalam sebuah komunitas yang mereka namai Sobat Budaya Subang. Sobat Budaya Subang (SBS) menginisiasi berbagai program untuk mengedukasi dan meningkatkan kepedulian anak muda di Kabupaten Subang terhadap pelestarian budaya. Program yang mereka namai #eksplorkampungmu adalah salahsatu program komunitas ini yang mengajak anak muda di Kabupaten Subang untuk mengeksplorasi apa yang ada di desa dengan menuliskannya dalam sebuah artikel yang diperlombakan.

“Lomba artikel #eksplorkampungmu ini salah satunya untuk mengenalkan desa-desa yang ada di Subang, tulisan-tulisan terbaik akan dibukukan dan dipublikasi dalam website yang sedang kami bangun. Semoga dengan lomba ini anak muda akan tersadar akan kekuatan budaya, alam, dan tentunya ekonomi yang ada di kampungnya” Ujar Yanu Prasetyo, pembina Sobat Budaya Subang.

Lomba #eksplorkampungmu ini terdiri dari berbagai tema diantaranya sejarah asal-usul kampung, mitos dan cerita rakyat, tokoh, tradisi atau adat, permainan tradisional, kesenian, kuliner, SDA (Air, lingkungan, dsb), dan ekonomi kreatif. Lomba ini akan berakhir pada penghujung bulan februari 2015. Artikel #eksplorkampungmu bisa menjadi bahan riset budayawan, ilmuan, bahkan investor yang juga akan membantu pembangunan desa ke depannya. Selain itu, melalui tulisan #eksplorkampungmu akan memacu masyarakat dalam memahami lebih jauh potensi kampung mereka sendiri. Kemandirian desa dapat digambarkan dengan seberapa jauh kesadaran warganya terhadap kondisi kampungnya. Jadi, untuk mencintai Indonesia dapat dilakukan dengan cara sesederhana mungkin. Salahsatunya cintai kampung sendiri.

Eksplor kampungmu, Sob!

Penulis:
Muhammad Baidowi (Pegiat SBS)
@SobatBudayaSbg
Sobatbudayasubang@gmail.com

Berita Terkait: