Hari Peduli Sampah, Siswa di Blanakan Bersihkan Kampung

KOTASUBANG.com, Blanakan – Setiap tahun sekitar 8,8 juta ton plastik berakhir di laut-laut di seluruh dunia. Indonesia saat ini dijuluki sebagai penyumbang sampah di laut terbesar kedua di dunia. Memang bukan prestasi yang membanggakan, akan tetapi kondisi ini perlu segera dibenahi. Peran generasi muda untuk membawa Indonesia yang lebih baik sangat diperlukan.

Sebuah inisiasi lokal yang diharapkan dapat merubah kondisi global, mulai digagas oleh komunitas anak muda di SMAN 1 Blanakan, salah satu sekolah dampingan DeTara Foundation dan PT. PHE-ONWJ. Komunitas anak muda tersebut merupakan kumpulan dari siswa/anak muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan menamakan dirinya komunitas SULING (Suara Lingkungan). SULING baru terbentuk pada tanggal 13 Januari 2015 lalu. Komunitas yang masih baru ini menamakan dirinya SULING karena ingin tetap menampilkan kekhasan daerah setempat serta membawa nilai cinta lokalitas untuk memberi manfaat seluas-luasnya, termasuk terhadap lingkungan.

Sabtu (21/2/2015) lalu, komunitas SULING menyelanggarakan aksi lingkungan pertamanya“Peringatan Hari Peduli Sampah 2015” bekerjasama dengan DeTara Foundation. Rangkaian kegiatan-kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan hari sampah 2015 di SMAN 1 Blanakan dan sekitarnya, antara lain:

subang de tara Pentas Seni-1

1. PENSIL “Pertunjukan Seni Lingkungan”
Pembukaan aksi diawali dengan pertunjukan seni lingkungan, yang menampilkan Pembacaan puisi bertema “Sampah”; drama singkat “Kenapa Kamu Mengotori Negerimu Sendiri… Tidak Tahu Akibatnya?” dan pertunjukan musik perkusi dengan memanfaatkan barang-barang bekas.

2. Aksi Operasi Semut “Tanjungsari Bukan Kampung Sampah, Blanakan Bukan Desa Sampah”

Tim SULING yang berhasil mengajak pasukan sekitar 400 siswa dan mengerahkan pasukan tidak hanya melakukan aksi operasi semut di dalam SMAN 1 Blanakan saja, tetapi juga sepanjang jalan utama kampung Tanjungsari, warung-warung di pinggir jalan dan memasuki SMPN 1 Blanakan yang berada tidak jauh dari sekolah mereka.

Ajakan kepada pedagang, masyarakat, siswa satu sekolah dan sekolah lain untuk tidak lagi membuang sampah di jalan, sawah dan sungai terus dilakukan sepanjang aksi. Walaupun hal ini memerlukan proses, tidak cukup satu kali mengajak, upaya untuk mengajak orang lain telah dilakukan.

subang Operasi Semut -2

Saat acara yang sama, kebetulan SMPN 1 Blanakan digunakan sebagai ajang untuk perlombaan seni dan cerdas cermat tingkat SD se-Kecamatan Blanakan. Sebuah acara, seperti perlombaan identik dengan penyebab sampah berserakan. Hal ini menjadi salah satu kepedulian SULING saat pelaksanaan aksi. Atas izin dari wakil kepala sekolah SMPN 1 Blanakan, tim SULING dan rombongan memasuki SMPN 1 Blanakan untuk berorasi tentang: pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengurangi sampah dan bahaya dari sampah plastik. Alhasil para siswa dan guru yang sedang istirahat turut serta membersihkan sampah yang berserakan di dalam SMPN 1 Blanakan.

Pengumpulan sampah anorganik yang terkumpul sampai sekitar radius 200 m dari sekolah didominasi oleh sampah plastik. Sampah yang dipungut dalam waktu kurang dari satu jam sebanyak 6 karung plastik besar atau kurang lebih 30 kilogram.

3. Pelatihan Re-use dan Recycle
Pelatihan Re-use dan Recycle menjadi salah satu hal yang penting bagi siswa SMAN 1 Blanakan untuk meningkatkan keahlian dalam mengelola sampah. Pelatihan Re-use dan Recycle yang diselenggarakan bersamaan dengan peringatan hari sampah yaitu:
Pemanfaatan botol dan bekas saset minyak goreng/sabun mandi untuk trai/pot tanaman sayuran; daur ulang kertas; pemanfaatan kertas bekas untuk kreativitas “paper quiling” dan pemanfaatan kain perca untuk aneka asesoris yang berguna.

Operasi Semut-5 subang

Rangkaian kegiatan diakhiri pada pukul 12.00 WIB. Dalam penutupan, tim SULING membacakan Deklarasi Hari Sampah 2015 yang mereka susun di hadapan Wakil Kepala Sekolah, guru dan siswa lain. Deklarasi ini diharapkan dapat dibacakan juga pada upacara hari Senin tanggal 24 Februari 2015. Adapun isi Deklarasi Hari Sampah 2015 sebagai berikut:

“Kami wakil dari siswa SMAN 1 Blanakan berjanji dan menunutut:

1. Sekolah bebas sampah plastik & streoform
2. Tidak bembuang sampah sembarangan
3. Menjaga lingkungan di dalam sekolah dan sekitarnya
4. Adanya peraturan sekolah tentang pengelolaan sampah
5. Menerapkan konsep 3R

Demikian janji dan tuntutan kami untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah dan bebas dari sampah.”

Menurut Fira ketua tim pelaksana kegiatan, meskipun SULING baru dibentuk dan aksi lingkungan ini merupakan kegiatan kami yang pertama dengan persiapan apa adanya, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi motivator untuk terus berkiprah memperbaiki lingkungan.

“Semoga ‘suara-suara’ kita semua di sini didengarkan oleh berbagai pihak untuk memperbaiki lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

subang

Hal ini seiring dengan yang dikatakan Melda dan Fikri pengurus OSIS SMAN 1 Blanakan, berharap teman-teman kawula muda mulai bergerak membenahi kondisi lingkungan sekitarnya.

“Semoga SULING dapat menjadi wadah bagi kita semua untuk melakukan gerakan lingkungan. Teman-teman di SMAN 1 Blanakan maupun sekolah manapun silakan bergabung dengan SULING,” ajak Melda dan Fikri.

Sementara itu salah satu tim DeTara Foundation, Ajeng, mengungkapkan inisiatif yang dilakukan oleh teman-teman SULING SMAN 1 Blanakan sudah luar biasa.

“Kami berharap teman-teman akan mempengaruhi lebih banyak orang lagi dalam hal kebaikan, termasuk di dalam sekolah sendiri, sekolah lain dan masyarakat sekitar.” kata Ajeng.

“Tidak ada hal yang terlambat untuk memperbaiki lingkungan. Dimulai dengan hal yang kecil kita selamatkan bumi kita.” pungkasnya.