Resital Teater Citra SMAN 3 Subang Ajarkan Siswa Kreatif dan Mandiri

KOTASUBANG.com, Subang – Ratusan pelajar memadati area terbuka ditengah SMAN 3 Subang, Sabtu malam (21/2/2015) kemarin. Malam itu mereka menyaksikan beberapa judul teater yang dibawakan oleh komunitas ekstrakurikuler Teater Citra SMAN 3 Subang. Dalam acara Resital Teater Citra ini ditampilkan 3 buah judul drama berturut-turut yaitu Dia Sosok Itu, Limbertus dan Nyai Bagendit Gugat.

“Acara ini merupakan pementasan pertama bagi para anggota baru kami (Teater Citra), tapi hampir semua anggota lainnya juga ikut tampil, ada sekitar 25 orang aktor yang main dalam acara resital ini,” kata Ayu, salah seorang aktris Teater Citra.

Drama "Dia Sosok Itu" dalam Resital Teater Citra SMAN 3 Subang

Drama “Dia Sosok Itu” dalam Resital Teater Citra SMAN 3 Subang

Acara tahunan ini dipersiapkan secara mandiri oleh para anggota Teater Citra dari mulai konsep, persiapan hingga perlengkapan pementasan termasuk kostum.

“Ya, di sini kami belajar mandiri menyelenggarakan sebuah event, semua kami lakukan sendiri termasuk sumber dana tanpa dibantu oleh pihak sekolah,” ujar Indy anggota teater Citra yang lain.

Sementara itu pembina Teater Citra, Wawan Renggo mengungkapkan apresiasinya atas pementasan Resital Teater Citra kali ini.

“Bagus, mereka sudah bagus!, Mereka pemain pemula, saya sangat menghargai kreativitas dan semangatnya. Mereka membuat naskah, mereka yang menyutradarai dan mereka sendiri yang main. Anak-anak ini sudah bisa memotret kehidupan ini, kemudian merekam dan meng-create sebuah drama dari situ,” ungkap pria yang akrab dipanggil Abah Renggo ini.

Drama "Lambertus" dalam Resital Teater Citra SMAN 3 Subang

Drama “Limbertus” dalam Resital Teater Citra SMAN 3 Subang

Drama "Nyai Bagendit Gugat" dalam Resital Teater Citra SMAN 3 Subang

Drama “Nyai Bagendit Gugat” dalam Resital Teater Citra SMAN 3 Subang

Salah satu hal yang harus digaris bawahi menurut Abah, mereka bukan hanya diajarkan kreatif membuat drama tapi juga mandiri dalam penyelenggaraan Resital Teater ini termasuk masalah pendanaannya.

“Ini juga harus dihargai, mereka bisa mandiri membuat acara. Anak-anak ini memiliki bakat luar biasa, kita sebagai guru terus men-support untuk mengembangkan bakat mereka. Masih banyak waktu buat mereka untuk terus berproses menjadi lebih bik,” pungkas Abah.