Polwan Asal Subang Ini Berharap Meme-nya Tidak Menjurus Ke Arah Negatif

Brigadir Polisi Sri Mulyani

KOTASUBANG.com, Subang – Sudah lebih dari sepekan media sosial Indonesia dihebohkan dengan munculnya meme unik bergambar Polisi Wanita dengan ungkapan “Di Situ Kadang Saya Merasa Sedih”. Foto dan ungkapan itu pada awalnya diambil oleh netizen dari sebuah promo sebuah program televisi.

Siapakah Polwan dalam meme tersebut ?

Dia adalah Brigadir Polisi Dewi Sri Mulyani. Wanita kelahiran Subang 16 Oktober 1982 itu kini bertugas di Dikyasa (Pendidikan dan Rekayasa) Satlantas Polrestabes Bandung. Sejak kecil ia tinggal di tanah kelahirannya, Subang. Baru pada tahun 2002 ia berhasil menjadi anggota Kepolisian seperti yang di cita-citakannya.

Pada awal kariernya ia menjadi anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Bandung. Kemudian ia juga pernah ditempatkan sebagai Provost Polrestabes Bandung. Di Bandung pula lah kemudian ia menemukan cintanya yang juga seorang Polisi yang kini bertugas di Polantas Polrestabes juga di Polsek Babakan Ciparay, Bandung. Dari pernikahan itu Dewi dikaruniai 3 orang anak yang disayanginya.

Karena kecintaan kepada anaknya pula lah kemudian membuat ungkapan Dewi kini menjadi sangat terkenal, “Di situ kadang saya merasa sedih”. Kalimat itu diungkapkan Dewi dalam sebuah acara televisi, di sana Dewi menceritakan kisah suka duka menjadi seorang polisi lalu lintas. Bertugas sebagai polisi yang kerap berinteraksi dengan anak kecil membuatnya sedih, karena kerap teringat akan anaknya. Karena ketika bertugas kadang ia tidak bisa menemani kegiatan anaknya dimana anaknya pasti mengharapkan kehadiran sosoknya.

Brigadir Polisi Sri Mulyani
Brigadir Polisi Sri Mulyani

Dewi menyadari bahwa banyaknya meme dengan foto dan ungkapan dirinya sudah tak terbendung dan tidak mempermasalahkan hal itu, asalkan gambar yang ditampilkan tidak keterlaluan dan tidak mengarah hal negatif, apalagi dalam foto itu ia menggunakan seragam institusi yang harus dijaga nama baiknya.

“Silahkan saja asal yang wajar dan tidak aneh-aneh, apalagi saya menggunakan seragam polisi,” ungkapnya.

Dewi justru berharap meme-nya tersebut dibuat dengan hal-hal yang mendidik, apalagi yang membantu penyampaian pesan penegakan aturan hukum, seperti lalu lintas.

“Misal bikin meme yang seperti ini, ‘Kalau kamu melanggar lalu lintas. Di situ kadang saya merasa sedih’,” Dewi mencontohkan.

“Sekali lagi saya berharap agar meme-nya tidak menjurus ke arah negatif, masih ada normanya, kalau yang jelek-jelek gimana, saya juga kan punya suami dan anak yang juga tentunya mengikuti perkembangan media sosial,” jelasnya.

Berita Terkait: