Subang, 2000 Tahun Sebelum Masehi

KOTASUBANG.com, Subang – Pernahkah anda membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat Subang pada masa prasejarah, jauh sebelum masa P n T Land, jauh sebelum masa kerajaan Pajajaran, jauh sebelum masa hindu di nusantara?

Peradaban 2000 SM

Sebuah penemuan benda purbakala di Kampung Tangkil, Desa Cinta Mekar, Kecamatan Serang Panjang, Subang tahun 2007 lalu sedikit mengungkap bagaimana leluhur masyarakat Subang pada masa ribuan tahun yang lalu. Artefak purbakala itu berupa bejana perunggu yang merupakan peninggalan zaman perundagian. Di Indonesia zaman perundagian diperkirakan terjadi sekitar 3000 – 2000 tahun Sebelum Masehi seperti halnya wilayah lainnya di Asia Tenggara.

Menurut staf museum daerah Subang Khadar Hendarsah, pada masa perundagian teknologi berkembang lebih pesat sebagai akibat dari tersusunnya golongan-golongan dalam masyarakat, pada masa ini pula teknologi pembuatan benda-benda jauh lebih tinggi tingkatnya dibandingkan dengan masa sebelumnya. Hal tersebut dimulai dengan penemuan-penemuan dan pencetakan jenis-jenis logam termasuk perunggu. Di Indonesia pada zaman perundagian alat-alat dari perunggu lebih banyak ditemukan sehingga disebut zaman perunggu.

Bejana Perunggu Terbesar di indonesia

Bejana perunggu yang ditemukan oleh Maman warga kampung Tangkil di kedalaman 50 cm tersebut memiliki ukuran tinggi 90 cm lebar 60 cm. Artefak ini merupakan yang terbesar dari 3 buah bejana perunggu yang pernah ditemukan di Indonesia. Dua bejana perunggu lainnya di temukan di Kerinci dan Madura. Pada permukaan bejana perunggu ini terdapat pola hias yang didominasi pola tumpal dan suluran. Pola hias yang terdapat pada bejana perunggu Subang merupakan yang terlengkap dibandingkan dengan bejana perunggu lainnya. Kini pola hias tersebut akan dikembangkan menjadi motif batik khas Subang. (baca juga : Punya Arti Simbolik Luar Biasa, Corak Purba Ini Akan Jadi Motif Batik Subang)

Motif yang terdapat pada permukan bejana perunggu koleksi museum daerah Subang.

Motif yang terdapat pada permukan bejana perunggu koleksi museum daerah Subang.

Selain bejana perunggu beberapa peninggalan masa perundagian lainnya juga ditemukan di wilayah Subang diantaranya kapak corong, kapak sepatu, dan kapak candrasa di Desa Nangerang, Kecamatan Binong. Ada juga temuan berupa cawan, mangkuk, dan tutup cepuk yang terbuat dari perunggu ditemukan di pinggir aliran sungai Cinangka Legok Kiara Batu Kapur Kecamatan Sagalaherang. Hal ini menunjukkan pada zaman perunggu di Subang terdapat beberapa titik-titik peradaban yang menyebar.

Hubungan Budaya dengan Dongson, Vietnam

Bejana perunggu dan berbagai artefak peninggalan zaman perunggu yang ditemukan di Indonesia menunjukan persamaan dengan temuan-temuan di Dong Son (Vietnam), baik bentuk ataupun pola hiasnya, hal ini menimbulkan dugaan tentang adanya hubungan budaya yang berkembang di Dong Son dengan di Indonesia.

Hingga saat ini belum bisa dipastikan peninggalan-peninggalan zaman perunggu di Subang tersebut dibuat di Subang atau dibawa dari belahan utara seperti Dong Son. Namun dapat dipastikan ketika itu di wilayah Subang telah terjadi akulturasi budaya dengan pendatang dari luar, termasuk terjadinya pernikahan antara penduduk asli dengan para pendatang. Adanya akulturasi budaya inilah termasuk kedatangan bangsa India di masa selanjutnya, yang kemudian mungkin membentuk kebudayaan sunda saat ini. Ditemukannya bejana perunggu dan berbagai peninggalan zaman perunggu bisa jadi merupakan bukti bahwa penduduk Indonesia termasuk Subang merupakan manusia yang bermigrasi dari belahan bumi utara ke selatan.

bejana perunggu raksasa subang

Peradaban Tinggi

Menurut Ahli prasejarah Drs. Lutfi Yondri, M. Hum, bejana perunggu merupakan benda yang mengandung arti sangat tinggi bagi pendukung kebudayaannya pada saat itu, karena dipercaya bahwa yang memiliki benda ini hanyalah orang-orang tertentu yang meiliki stratifikasi sosial yang sangat tinggi. (baca juga : Batik Purba, Simbol Bangkitnya Kejayaaan Subang)

Penemuan ini salah satunya membuktikan bahwa, masyarakat Kabupaten Subang pada saat itu telah masuk ke dalam lingkup peradaban yang tinggi. Bagi rentang perjalanan sejarah kabupaten Subang, penemuan bejana perunggu di wilayah ini, merefleksikan salah satu pencapaian puncak-puncak kebudayaan masyarakat Subang.

Ditemukannya bejana perunggu terbesar tersebut harus menjadi kebanggaan sekaligus pelecut semangat untuk masyarakat Subang untuk kembali mencapai puncak kejayaannya seperti tingginya peradaban Subang ribuan tahun yang lalu.