Ribuan Burung Serbu Pesawahan, Petani Subang Resah

KOTASUBANG.com, Sukamandi – Para petani di wilayah Sukamandi, Subang resah, pasalnya ratusan hektar tanaman padi miliknya di serbu ribuan burung pipit setiap pagi dan sore hari dalam beberapa hari terakhir. Para petani ini hanya menggunakan berbagai peralatan sederhana untuk mengusir kawanan burung ini.

“Kami kewalahan dan bingung harus berbuat apa lagi, soalnya jumlah burung yang datang sangat banyak dan terus menerus,” ujar Endang petani Sukamandi di sawah miliknya, Jumat (6/1/2015)

Untuk mengusir burung, para petani membuat jaring tali yang disilangkan di antara pematang sawah dan diberi rumbai-rumbai plastik yang kemudian digerakkan dengan menarik tali pemantiknya. Selain itu para petani membunyikan kentungan kecil yang terbuat dari bambu sambil berteriak-teriak mengusir kawanan burung ini.

Endang mengungkapkan setiap tahun pasti ada serangan burung ketika sawahnya siap panen, namun menurutnya jumlahnya tak sebanyak sekarang. Ia menengarai hal ini disebabkan pola tanam yang tidak serentak, jadi kawanan burung terpusat menyerbu daerah yang hendak panen sementara di daerah lain baru mulai tanam.

sawah subang

“Mungkin karena pola tanam tak serentak, jadi baru disini yang hendak panen sementara daerah lain kebanyakan baru tanam. Jadinya burung yang datang terpusat disini, jumlahnya jadi lebih banyak dari biasanya,” ujarnya.

Yanto petani lainnya juga terus siaga menjaga sawahnya setiap saat, hal ini terpaksa dilakukannya akar tak semua padinya ludes dijarah burung pipit.

“Walaupun cara ngusirnya kurang efektif, setidaknya padi saya gak ludes total,” katanya.

Dia mengatakan sebenarnya ada cara yang lebih efektif bisa melindungi tanaman dari serangan burung, yaitu tanaman padi ditutup menggunakan jaring.

“Tapi biayanya mahal kalau ditutup semua,” ungkap Yanto.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Pertanian Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Hendrawan, mengatakan, hingga saat ini belum ada alat atau obat khusus untuk mengusir kawanan burung dan upaya yang telah dilakukan petani dengan membuat pengusi burung cara tradisional itu sudah tepat. Namun cara yang paling efektif menghindari hal ini adalah dengan mengatur pola tanam padi secara serentak.

“Dengan demikian serangan burung tak akan terpusat di satu tempat,” ujarnya.