Tugu Leuit Simbol Subang Sebagai Lumbung Padi

KOTASUBANG.com, Subang – Sejak bulan Agustus 2014 lalu tugu Sisingaan di Ranggawulung tak lagi menyambut para pelancong yang memasuki wilayah Subang dari arah Bandung. Tugu Sisingaan yang sudah berusia puluhan tahun tersebut dihancurkan yang kemudian berganti menjadi tugu Leuit yang merupakan simbol yang menunjukkan Subang sebagai daerah lumbung padi atau penghasil padi nasional. Sementara tugu Sisingaan baru yang lebih besar telah dibangun di perempatan depan Wisma Karya.

Kepala Dinas Tata ruang, Pemukiman dan Kebersihan (Distarkimsih) Sumasna mengungkapkan dibangunnya tugu leuit merupakan simbolisasi dari program Gapura (Gerakan Pembangunan Untuk Rakyat) yaitu Gapura Emas (Ekonomi Rakyat).

“Bentuk tugu leuit yang dibangun di Ranggawulung merupakan replika dari leuit yang ada di desa Bendungan Kecamatan Pagaden Barat. Di sana leuitnya masih kokoh tapi sudah tidak digunakan lagi,” ungkap Samasna.

Selain di Pagaden Barat menurut Kasi UPTD Museum Subang Yusep Wahyudin bangunan leuit juga masih ditemukan di desa Ranca Manggung, Kecamatan Tanjungsiang.

“Di sana masih terdapat 2 bangunan leuit, tapi yang di Rancamanggung bentuknya berbeda dengan tugu di Ranggawulung. Satu leuit diantaranya masih dipergunkan hingga saat ini,” ungkap Yusep. (baca juga : Tugu Setum Tuai Kontroversi )

tugu leuit subang
Tugu leuit di Ranggawulung menggantikan tugu Sisingaan sejak akhir tahun 2014
leuit subang
Tugu Leuit menunjukkan Subang sebagi lumbung padi nasional
leuit subang 1
Tugu leuit simbolisasi dari program Gapura Emas yang dicanangkan Bupati OJang Sohandi

 

Leuit di Ranca Manggung, Kecamatan TAnjung Siang (Foto by Yusep Wahyudin UPTD Museum Subang)
Leuit di Ranca Manggung, Kecamatan Tanjung Siang (Foto by Yusep Wahyudin UPTD Museum Subang)

Berita Terkait: