Suara Alam Semesta dari Svarapati Art Project

KOTASUBANG.com, Subang – Ada yang berbeda dengan suasana Wisma Karya Sabtu malam kemarin (31/1/2015).  Diantara hiruk pikuk muda mudi Subang bermalam minggu di Wisma Karya, sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Svarapati Art Project menggelar mini konser bertajuk Dharma Sora.  Dari judulnya saja sudah jelas terlihat bahwa ini bukan konser musik biasa. Sebuah kolaborasi berbagai alat musik etnik yang dikemas apik sehingga membuat para penonton terhanyut menyimak setiap bagian komposisi yang disuguhkan. Komposisi musik yang sangat cocok untuk menjadi teman berkontemplasi.

“Ada beberapa judul yang tadi kami bawakan, diantaranya musik yang menggambarkan perenungan di atas bukit, keindahan sungai di Kalimantan, kolaborasi Kacapi dan Toleat yang semuanya dikemas dengan berbagai alat musik,” kata salah satu personel Svarapati seusai pertunjukkan.

Beberapa tokoh seni Kabupaten Subang turut menyaksikan mini konser ini. Aef Oboy, musisi toleat mengaku sangat mengapresiasi atas apa yang ditunjukkan sekumpulan anak muda Subang ini.

“Saya sangat mengapresiasi pertunjukkan ini. Hal ini akan berpengaruh pada perkembangan musik lokal Subang ke depan. Ini merupakan sebuah karya yang benar-benar dipikirkan,” ungkap Aep.

Swarapati Art Project gelar mini konser bertajuk Dharma Sora di Wisma Karya (31/1/2015)

Swarapati Art Project gelar mini konser bertajuk Dharma Sora di Wisma Karya (31/1/2015)

Hal senada diungkapkan seniman lainnya Waway. Ia sangat mengapresiasi karya musik yang disajikan meskipun dengan alat-alat musik sederhana.

“Penampilannya terbaik. Musiknya mendalam dan atmosfer ritualnya sangat terasa meskipun dengan alat musik sederhana,” ungkapnya.

Sementara itu seniman Subang lainnya Wawan Renggo menantang para musisi muda Subang ini untuk terus bereksperimen dan membuat berbagai waditra (alat musik) baru dari bahan yang sederhana.

“Tadi saya pejamkan mata ketika mendengar musik yang disuguhkan ini, agar terbebas dari bentuk alat musik apa saja yang tadi digunakan. Ternyata musik yang dihasilkan luar biasa. Saya tantang Svarapati untuk membuat waditra baru yang belum ada, dari bahan-bahan biasa tapi harus menjadi musik yang luar biasa,” kata pria yang akrab dipanggil Abah Renggo ini.

Panitia penyelenggara mini konser tersebut Indrawan Babil mengungkapkan Svarapati Art Project merupakan wadah bagi kaula muda Subang yang memiliki potensi seni untuk dikembangkan.

“Selain seni musik, kita juga ada seni tari hingga teater,” pungkasnya.