Air Bah di Pusat Kota, Sejarah Baru Bencana Alam Di Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Toto Marwoto tak menyangka, 30 tahun menetap di Cigadung baru kali ini dia mengalami bencana yang tak pernah dibayangkan sebelumnya bakal menimpa kampungnya.

Sungai Cibarengkok yang melintas Kelurahan Cigadung tiba-tiba membawa air bah melibas semua rumah dan fasilitas warga yang dilaluinya, Kamis lalu (29/1/2015).

“Saya sudah 30 tahun tinggal di sini, baru kali ini air sungai meluap sampai ke pemukiman warga,” kata Toto yang juga menjabat ketua RW 12 Cigadung.

Lurah Cigadung, Yuli Merdekawati mengungkapkan setidaknya 1200 KK terkena imbas bencana ini.

“Air bah ini menghanyutkan harta benda milik warga, bahkan ada kendaraan bermotor milik warga juga yang ikut hanyut,” kata Toto.

Warga yang lain juga mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang yang menimpa kelurahan Cigadung merupakan sejarah pilu yang tak pernah terjadi sebelumnya.

“Seumur hidup saya di sini, baru kali ini ada bencana banjir seperti ini, biasanya kalau air sungai naik juga belum pernah sampai masuk dan merendam rumah,” ujar seorang warga RW 12 Kelurahan Cigadung.

Wakil Bupati Imas Aryumningsih juga tak habis pikir, banjir bandang bisa terjadi di pusat kota Subang.

Wakil Bupati Subang tinjau lokasi banjir bandang di kelurahan Cigadung (30/1/2015)

Wakil Bupati Subang tinjau lokasi banjir bandang di kelurahan Cigadung (30/1/2015)

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyebab bencana ini agar tak terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya di sela-sela kunjungan ke lokasi yang terkena bencana ini, Jumat (30/1/2015).

“Kemungkinan ini disebabkan oleh curah hujan yg sangat tinggi sementara kondisi hutan di Ranggawulung yang menjadi hulu sungai Cibarengkok ini tidak mampu untuk menahan air hujan yg meluncur deras bu,” jelas Yuli Merdekawati kepada Wakil Bupati.

Beberapa warga tak kuasa menahan tangis ketika bertemu dan berkeluh kesah kepada Yuli atas musibah ini ketika Lurah Yuli menyisir lokasi bencana di Cigadung.

“Warga saya tidak siap menghadapi bencana seperti ini,” ujar Yuli.

Bencana banjir bandang yang terjadi di pusat kota Subang ini memang merupakan sejarah baru bagi Kabupaten Subang. Sebelumnya wilayah yang mengalami bencana air bah di Cigadung ini tidak pernah dimasukkan ke dalam wilayah rawan bencana.

Lurah Cigadung, Yuli Merdekawati tenangkan warga korban banjir bandang

Lurah Cigadung, Yuli Merdekawati tenangkan warga korban banjir bandang

Sejarah bencana baru untuk Kabupaten Subang juga terjadi beberapa waktu lalu di daerah Purwadadi. Daerah yang sebelumnya tidak pernah banjir ini, Minggu lalu (25/1/2015) dilanda banjir bandang sehingga menghancurkan sawah dan tambak penduduk. Maraknya alih fungsi lahan diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Melihat semakin banyaknya potensi bencana di Kabupaten Subang, sudah seharusnya Pemkab Subang segera membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar penganganan bencana dapat di atasi dengan baik. Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Imas Aryumningsih mengungungkapkan bahwa Pemkab telah mengajukan hal tersebut kepada DRPD.