Tugu Setum Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Distarkimsih

KOTASUBANG.com, Subang – Sejak dipasang Sabtu lalu (24/1/2015) tugu baru yang oleh masyarakat disebut tugu Salender / Setum menuai kontroversi. Tugu ini sebenarnya merupakan alat berat perata jalan Tandem Roller tak terpakai yang kemudian dipasang di bundaran antara jalan Darmodiharjo dan KS Tubun.

Sebagian masyarakat mengaku bingung kenapa tiba-tiba sebuah salender dijadikan tugu di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Subang, padahal masih banyak ikon Subang yang lain yang perlu dingkat dan diperkenalkan.

“Saya kira masih ada ikon Subang yang belum diangkat, seperti budayanya atau potensi alamnya. Potensi alam pantura juga belum ada yang diangkat jadi tugu atau patung, tapi kenapa tiba-tiba jadi ada tugu ini (setum)” kata Ramdani seorang warga yang melintas di bundaran tersebut.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya Anwar.

“Katanya jalan ini mau dijadikan lingkar luar Subang setelah jalan tol jadi, masa nanti selamat datangnya tugu salender, apa gak malu” ujarnya singkat.

Menjawab banyaknya pertanyaan dari masyarakat Kepala Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan (Distarkimsih) Kabupaten Subang, Sumasna, menjelaskan tugu setum (Tandem Roller) yang dipasang dibundaran LP tersebut merupakan rangkaian simbolisasi program GAPURA (Gerakan Pembangunan Untuk Rakyat) yaitu Gapura Intan (Infrastruktur Berkelanjutan) yang merupakan program unggulan Bupati Ojang Sohandi.

“Pemilihan alat berat (dijadijakan tugu) ini untuk menunjukkan spirit menyelesaikan masalah infrastruktur khususnya jalan, irigasi dan air minum pada kepemimpinan Bupati Ojang Sohandi,” jelasnya.

tugu setum 3

Keberadaan tugu setum ini juga ramai diperbincangkan di media sosial, alih-alih dianggap sebagai penyemangat pembangunan infrastruktur, sebagian masyarakat justru menganggap keberadaan tugu setum ini merupakan ironi jika dibandingkan dengan kondisi infrastruktur jalan di Subang yang saat ini masih banyak dalam kondisi rusak parah.

Geuleuh nempona oge, ari patung weh alat berat paranti ngomean jalan, tapina jalanna sorangan garoreng patut..,” tulis pemilik akun Boedy Alvien Rahayoe.

Setum.. mah lain keur di pajang tapi keur ngawangun, tuh tingali Subang palih kaler… jalan oge jeblog..,” tulis akun Raka Riki.

Sementara itu pemilik akun Endang Suherman menulis “Jalan seueur nu goreng, kunaon stumna malah dipajang……teu aya pagawean pisan……...,” tulisnya.

akun lainnya menulis “Enya nya. Atuh da meni silinder. Cobi nu rada aya kamonesan. Sareng nu nyambung sareng budaya Subang,” tulis akun MyName Nta.

Hal senada juga diamini oleh ratusan pemilik akun lain yang juga mempertanyakan dan menyayangkan pemasangan tugu alat berat ini.

Menanggapi hal tersebut, Sumasna mengatakan sangat menghargai pendapat-pendapat dari masyarakat.

“Kita juga sudah diskusikan respon yang beragam tersebut dengan SKPD Lingkungan Infrastruktur. Instruksi Bupati bahwa SKPD lebih meningkatkan kinerja atas harapan-harapan masyarakat yang belum terpenuhi khususnya Infrastruktur,” pungkasnya.

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here