Longsor Di Selatan dan Banjir di Utara Subang

KOTASUBANG.com, Kasomalang – Longsor melanda wilayah Selatan Kabupaten Subang, tepatnya di kampung Cijere Girang Desa Sukamelang Kecamatan Kasomalang. Selain menyebabkan jalan terputus, longsor juga mengancam tujuh rumah warga, empat di antaranya sudah dekat dengan bagian tanah ambles.

Berdasarkan Informasi warga, Senin (26/1/2015) badan jalan yang menghubungkan Desa Sukamelang ke Desa Tenolaya itu ambles sepanjang 10 meter. Namun retakan di badan jalannya, diperkirakan antara 60 – 70 meter. Sedangkan kedalaman bagian tanah yang ambles mencapai 30 meter.

Peristiwanya terjadi, Minggu (25/1/2015) sekitar pukul 17.00 WIB pada saat hujan deras. Akibatnya akses transportasi warga dua RW dari Kampung Cijere Girang menuju Desa Sukamelang Kecamatan Kasomalang sempat terputus total. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga Kampung Cijere Girang menuju desa. Warga terpaksa harus memutar melalui Jalan Panembong Desa Tenjolaya yang jaraknya lebih jauh.

Selain itu akses jalan terputus, tujuh rumah warga yang berada dekat lokasi kejadian terancam. Malahan empat rumah di antaranya sudah dekat dengan bagian tanah yang ambles.

Pasca terjadinya longsor, Bupati Subang Ojang Sohandi bersama rombongan, Senin pagi meninjau lokasi. Bupati membawa sejumlah pejabat dari dinas teknis terkait. Selain meninjau lokasi jalan ambles, Bupati juga melihat tujuh rumah warga yang terancam tanah ambles.

Banjir di Kampung Pulo, Purwadadi Barat, 25 Januari 2014 (Foto : Firman N S Nursobah - FBS)

Banjir di Kampung Pulo, Purwadadi Barat, 25 Januari 2014 (Foto : Firman N S Nursobah – FBS)

Menurut Bupati, penanganan jalan ambles akan segera dilakukan, saat ini baru darurat dilaksanakan warga bersama aparat desa dan muspika setempat. Sedangkan untuk penanganan permanen akan dilakukan oleh dinas teknis. Dari hasil pemantauan, kemungkinan jalan yang lama tak akan digunakan lagi, sehingga akan dibuat jalan baru.

“Saya datang kesini bersama dinas teknis terkait, jadi nanti akan dibuat jalan baru. Soalnya jalan yang amblas tak mungkin bisa digunakan, kalaupun dipaksakan tak akan lama bisa tergerus lagi,” katanya

Sementara itu banjir mulai melanda wilayah Utara Kabupaten Subang, bersamaan dengan tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir. Di Kecamatan Purwadadi sejumlah warung hancur disapu banjir bandang berasal dari meluapnya air situ Neglasari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, Senin (26/1/2015) menyebutkan air dari situ Neglasari di Desa/Kecamatan Purwadadi mulai meluap, Minggu (25/1/15) seusai Magrib, tingginya curah hujan menyebabkan luapan air terus naik dan sekitar pukul 20.00 WIB sudah menutupi bandan jalan.

Air yang mengalir sangat deras, sehingga sejumlah warung yang berada di sekitar Situ Neglasari hancur tak kuat menahan terpaan air. Selain itu ruas jalan yang menghubungkan Desa Purwadadi menuju desa Panyingkiran dan kecamatan Pabuaran sempat tak bisa dilalui.

Sedangkan di Kecamatan Patokbeusi, tingginya genangan air menyebabkan akses jalan menuju Dusun Pungangan Desa Rancabango sempat tak bisa dilalui, dan puluhan hektar sawah terendam banjir. (Pikiran Rakyat)