Berharap Tari Topeng Masuk Daftar Kesenian Tradisional Kab. Subang

Pegelaran “Topeng Menor Cipunagara” bertempat di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Sabtu (9/4/2011) malam, sukses di pegelarkan dengan disaksikan sejumlah peneliti dan praktisi seni tari sejumlah kota dan puluhan fotografer dalam dan luar negeri. Meski tidak dihadiri oleh jajaran pejabat dari Disbudparpora(Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga) Kab. Subang, Mimi Cartini beserta seniman lainnya dari lingkung seni Cinta Pusaka
Serba Guna asal Dusun Sindang, Desa Jati, Kec. Cipunagara, Kab. Subang, mengaku sangat senang.

“Ini baru pertamakalinya kami kembali mementaskan tari kedok (Topeng Menor Cipunagara), setelah puluhan tahun tidak kami panggungkan. Meski tidak dihadiri pejabat (Pemda Subang), tapi kami merasa sangat senang karena ditonton orang berpendidikan (peneliti dan praktisi seni tari) serta banyak yang foto (fotografer),” ujar Mimi Cartini (56) seusai tampil membawakan semua tarian Topeng Menor Cipunagara yang diwarisi Sutawijaya (dalang wayang kulit Indramayu) ayahnya dan Mimi Sani (penari topeng Cirebon) ibunya.

1104cartini

Dikatakannya, tarian (Topeng Menor Cipunagara) yang merupakan perkawinan tari topeng gaya Cerbonan dari kakek ibunya dan gaya Indramayuan dari kakek ayahnya, di Kab. Subang selama ini tidak diakui oleh Pemda Subang. Namun demikian masyarakat Kec. Cipunagara dan bahkan perbatasan Kab. Subang dengan Indramayu mengakui keberadaan Topeng Menor Cipunagara, yang dibawa kedua orang tua Mimi Cartini ke Cipunagara karena larangan pemerintah pada masa penjajahan Jepang.

“Itu dulu, bahkan pada tahun 70 hingga 80an, kami senantiasa rutin manggung untuk hajatan kawinan, sunatan dan bahkan panenan. Tapi kini sudah sulit untuk manggung, karena masyarakat lebih senang organ tunggal dengan lagu dangdutan dan pemerintahpun lebih mengakui kesenian (dangdutan) dari pada kami seniman tradisional,” ujar Mimi Cartini, yang berharap setelah direvitalisasi oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, selain ada generasi muda yang menaruh minat untuk mempelajari, pemerintah Kab. Subang juga mengakui dan memasukan Topeng Menor Cipunagara kedalam daftar kesenian tradisional yang ada di Kab. Subang. (PR)