Bupati Instruksikan Disbudparpora Tindaklanjuti Pengembangan Batik Purba

Foto bersama wkil beberapa komunitas yang merekomendasikan pengembangan motif batik dari artefak prasejarah yang ditemukan di Subang (20/1/2015)

KOTASUBANG.com, Subang – Hari ini, Selasa (20/1/2015) Bupati Subang Ojang Sohandi menerima perwakilan dari berbagai komunitas yang menggagas terciptanya batik dengan motif yang diambil dari corak bejana perunggu yang merupakan artefak prasejarah yang ditemukan di Kabupaten Subang.

Dalam kesempatan ini Bupati menerima pemaparan singkat mengenai hasil “ngadabrul” tentang batik purba dari ketua komunitas Pemuda Sadar Wisata Jamal Kumaunang termasuk poin-poin rekomendasi sebagai tindak lanjut dari hasil diskusi bersama berbagai komunitas yang telah dilaksanakan sebelumnya. (baca juga : Bupati Subang Terima Rekomendasi Pengembangan Batik Purba)

Bupati sangat menyambut baik adanya rencana pengembangan motif batik dari corak artefak purba ini. Saat itu juga Bupati langsung memberikan disposisi dengan mengintruksikan pihak terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olah Raga (Disbudparpora) untuk segera menindak lanjuti hal ini.

Bupati Ojang Sohandi menandatangani sekaligus menginstruksikan kepada Disbudparpora Subang untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil diskusi terkait batik motif artefak purba (20/1/2015)
Bupati Ojang Sohandi menandatangani sekaligus menginstruksikan kepada Disbudparpora Subang untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil diskusi terkait batik motif artefak purba (20/1/2015)

“Terkait rencana motif batik purba dari corak artefak yang ditemukan di Subang ini, Saya mengintruksikan jajaran Disbuparpora bekerjasama budayawan Subang untuk berkonsolidasi dan mempelajari lebih lanjut.  Silahkan berkoordinasi dengan pemprov atau kementrian Pariwisata terkait hal tersebut.” ujar Ojang.

“Pada briefing hari Senin kemarin (19/1), saya sudah instruksikan kepada Disbudparpora jika ada hal-hal atau informasi seperti ini, ini harus segera direspon. Informasi-informasi dari sejarahwan, budayawan dan berbagai komunitas kemudian kita diskusikan dan hasilnya sekuat tenaga harus kita tindak lanjuti.” tambahnya.

Selanjutnya Bupati Ojang mengungkapkan, bahwa sebagai warga Subang harus bangga, karena terdapat potensi sejarah seperti ini. Menurutnya, Pemkab juga masih mengharapkan informasi-informasi lainnya karena masih banyak peningalan sejarah di Kabupaten Subang yang mungkin belum terungkap.

Foto bersama wkil beberapa komunitas yang merekomendasikan pengembangan motif batik dari artefak prasejarah yang ditemukan di Subang (20/1/2015)
Foto bersama wakil beberapa komunitas yang merekomendasikan pengembangan motif batik dari artefak prasejarah yang ditemukan di Subang (20/1/2015)

“Ini akan meningkatkan kecintaan kita terhadap Kabupaten Subang. Ternyata Subang itu sangat besar dan luar biasa, ini akan menjadi modal dasar untuk pembangunan,” ujar Ojang.

Ketua HIMPAUDI, H. Ade Mulyana yang juga hadir dalam audiensi dengan Bupati mengapresiasi respon dari Bupati yang segera menginstruksikan pihak terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil diskusi berbagai komunitas ini.

“Karena sekarang Bupati sudah menginstruksikan Disbudparpora untuk mengkajinya, tentunya kami berharap Disbudparpora dapat segera menindaklanjuti dan kami siap berperan aktif untuk segera mewujukan motif purba ini menjadi motif batik khas Subang” ungkap Ade.

Ade juga mengungkapkan, semoga konsep “ngadabrul” yang dilakukan komunitas ini menjadi inspirasi dalam membangun model proses komunikasi masyarakat kepada pemerintah maupun sebaliknya.

Mewakili Komunitas Usaha Keratif (Komuks) dan Charios Multimedia Cecep Syamsul Hudaya mengungkapkan pihaknya akan terus mengawal instruksi dari Bupati tersebut.

“Akan kami kawal, sehingga rekomendasi hasil “ngadabrul” ini segera terwujud, diantaranya mempatenkan motif batik dari artefak bejana perunggu tersebut,” kata Cecep.

Hal senada juga diungkapkan Alam Rantjatan dari komunitas seni Rampes, ia berharap hasil karya putra Subang ini tak hanya sebatas diakui saja, tapi harus sampai pada realisasinya sehingga semuanya bisa merasa memiliki hasil karya itu.

“Intinya Disbudparpora harus segera menindaklanjuti instruksi Bupati, sekaligus mensosialisasikan bahwa putra Subang dari berbagai komunitas ini sanggup bekerjasama mendorong terciptanya suatu karya seperti motif batik purba ini,” jelasnya.

Dekki Hendarsyah dari komunitas Subang Creative berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan salah satu nya ngadabrul ini dan tindaklanjut dengan pengakuan resmi oleh pemerintah daerah bisa membuka jalan komunikasi yang baik diantara 4 elemen yang memajukan industri kreatif daerah.

“Dan kota ini menambah perbendaharaan budaya yang unik dengan nilai historis tinggi yang tidak dimiliki daerah lainnya,” katanya.

Sementara itu mewakili komunitas Ringkang Nonoman, Nandang Kusnandar berharap, momentum ini menjadi salah satu bukti terjalinnya sinergitas antara pemerintah dan masyarakatnya.

“Keduanya mempunyai komitmen yang kuat terhadap sudut pandang bijak akan pentingnya aspek sejarah dalam turut serta melandasi laju pembangunan Kabupaten Subang. Mari Budayakan Budaya Subang Berbudaya, ulah poho ka purwadaksina, ulah poho ka wiwitan…” pungkasnya.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan motif batik purba ini adalah Pemuda Sadar Wisata,  Komunitas Budaya Ringkang Nonoman, Sobat Budaya Subang, Himpaudi, KOMUKS, Facebooker Subang, HMI Subang, Subang Creative, Rampes, Charios Multimedia, Bingkai Fotografi Subang dan didukung oleh Disbudparpora Kabupaten Subang. (baca juga : Batik Purba, Simbol Bangkitnya Kejayaan Subang)

Berita Terkait: