Batik Purba, Simbol Bangkitnya Kejayaan Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Wacana pengembangan motif batik Subang dari corak benda prasejarah yang ditemukan di Subang mendapat sambutan positif dari berbagi pihak. Ketua HIMPAUDI, H. Ade Mulyana mengungkapkan pihaknya dari unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Kabupaten Subang yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) menyambut baik dan mendukung bahkan siap mengawali untuk membumikan batik purba Subang menjadi bagian dari kehidupan warga Subang. (baca juga : Motif Unik Pada Artefak Purba Akan Menjadi Motif Batik Khas Subang)

Menurut Ade, setiap daerah pasti memiliki perilaku hidup dan kehidupan, implementasi dari karakteristik itu termanifestasi dalam wujud budaya yang kemudian akan memunculkan simbol. Kabupaten Subang sangat kaya dengan simbol-simbol budaya yang menunjukkan bahwa Subang memiliki karakteristik yang unik dan luar biasa. (baca juga : Punya Arti Simbolik yang Luar Bisa, Corak Artefak ini Akan Menjadi Motif Batik Purba Subang)

H. Ade Mulyana, Ketua HIMPAUDI Subang

H. Ade Mulyana, Ketua HIMPAUDI Subang

“Kemunculan akan ide dan proses mempatenkan batik purba Subang adalah bentuk dari kesadaran dan kecintaan warga Subang terhadap budaya dan kemajuan Subang di masa akan datang dengan pola pikir dan pola sikap generasinya sesuai fitrah ke-Subang-an”. jelas Ade

“Dari dasar pemikiran tersebut maka selayaknya semua individu dan komponen masyarakat Subang mendukung upaya mempatenkan batik purba Subang.” tambahnya.

Sementara itu pengusaha Subang Evi Natalia mengungkapkan dukungannya atas pengembangan motif batik yang digali dari peninggalan prasejarah Subang ini.

evi natalya dafam hotel

Evi Natalia, Owner Dafam Betha Hotel, Subang

“Upaya pengembangan motif batik purba ini merupakan langkah untuk membangun citra positif Subang di mata daerah lain. Ini menunjukkan kalau kita ini kaya,” ujar pemilik Dafam Betha Hotel ini.

Sementara itu pegiat sosial media Saefi Junaedi menungkapkan bejana perunggu yang dijadikan inspirasi pembuatan motif batik ini merupakan sebuah bukti fisik bahwa Subang pernah mencapai suatu peradaban tinggi di masa lalu. Bejana perunggu tersebut merupakan peninggalan zaman perunggu terbesar di Indonesia yang diperkirakan berasal dari 2000 tahun yang lalu.

“Dan corak dari bejana perunggu yang dijadikan sebagai motif batik harus dijadikan sebagai simbol semangat dan kepercayaan diri masyarakat Subang dalam membangun daerahnya. Batik Purba Subang adalah “titik nol kilo meter” Kabupaten Subang dalam perjalanan panjang menuju Subang yang dicita-citakan,” pungkasnya.