Punya Arti Simbolik Yang Luar Biasa, Corak Purba Ini Layak Jadi Motif Batik Subang

Ngadabrul II "Corak Purba untuk Motif Batik Subang" (9/1/2014)

KOTASUBANG.com, Subang – Warga Subang patut berbangga, tak lama lagi satu lagi motif batik khas Kabupaten Subang segera diluncurkan. Motif tersebut digali dari corak artefak bejana perunggu yang merupakan peninggalan zaman pra sejarah yang ditemukan di Kabupaten Subang.

Drs. Lutfi Yondri, M.Hum, ahli prasejarah dari Balai Arkeologi Bandung mengungkapkan pengambilan corak prasejarah untuk dijadikan motif batik adalah sebuah langkah besar. Menurutnya hal ini perlu diapresiasi karena tidak banyak daerah yang melakukannya. Hal tersebut diungkapkan Lutfi pada acara “Ngadabrul II Corak Artefak Purba Untuk Motif Batik Subang” yang di gelar di Wisma Karya, Jumat (9/1/2014).

“Ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Subang, memiliki motif batik yang orisinil yang diambil dari peninggalan prasejarah di Subang”, ungkap Lutfi.

Bejana perunggu merupakan peninggalan zaman perunggu yang hanya tiga ditemukan di Indonesia, yaitu di Madura, Kerinci dan Subang.

“Yang ditemukan di Subang adalah yang terbesar dengan corak yang paling lengkap dibandingkan dengan yang ditemukan di daerah lain,” ujarnya.

Ngadabrul II "Corak Purba untuk Motif Batik Subang" (9/1/2014)
Ngadabrul II “Corak Purba untuk Motif Batik Subang” (9/1/2014)

Lutfi juga menjelaskan nilai simbolik yang terkandung dalam corak purba ini sangat tinggi sehingga sangat layak jika dijadikan motif batik.

“Dalam motif artefak tersebut terdapat bentuk tumpal dan suluran. Motif hias tumpal bermakna simbolik, sesuai konsep kesatuan kosmos, mikrokosmos (manusia), makrokosmos (semesta) dan metakosmos (alam lain) atau penggambaran dari sifat keduniaan menuju keTuhanan,” jelasnya.

Sedangkan bentuk suluran kata Lutfi biasanya menggambarkan bagian pohon seperti akar, ranting, daun, tunas, biji atau pohonnya. Pohon memiliki makna simbolik bagian bawah tempat manusia hidup dan bagian atas tempatnya leluhur atau bisa juga Tuhan.

Di dalam corak bejana perunggu tersebut juga terdapat motif burung dan kijang. Burung yang terdapat dalam motif bejana tersebut diperkirakan merupakan gambar burung engang. Menurut Lutfi burung ini sering digunakan dalam simbol-simbol prasejarah bahkan hingga saat ini burung engang masih dianggap saklral oleh suku Dayak.

Selanjutnya Lutfi mengungkapkan motif batik yang diambil dari corak purba ini harus segera dipatenkan oleh Pemkab Subang.

“Ini harus jadi kebanggaan Subang, jangan sampai kemudian kita yang sudah memblow up ini, tapi kemudian dipatenkan oleh daerah lain. Untuk itu kita harus segera melakukan langkah paten atau setidaknya membuat Perda,” ujar Lutfi.

Selain dari motif bejana perunggu, menurut Lutfi motif-motif tersebut juga bisa diambil dari artefak lainnya seperti kapak sepatu atau manik-manik zaman prasejarah yang juga banyak ditemukan di Subang.

Acara diskusi mengenai motif batik ini diinisiasi oleh berbagai komunitas yang mencintai Subang, didukung oleh dinas Budaya Pariwisata dan Olahraga Subang.

Berita Terkait: