Ini Zona Berbahaya Jika Gunung Tangkuban Parahu Jadi Meletus

KOTASUBANG.com, Subang – Terkait ditetapkannya status gunung Tangkuban Parahu dari normal menjadi waspada level II oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), pemkab Subang meliris beberapa tempat yang harus diwaspadai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Subang, Asep Setia Permana mengatakan saat ini, status gunung Tangkuban Parahu masih dalam keadaan waspada level II. Oleh karena itu berdasarkan rekomendasi dari badan geologi masyarakat atau pengunjung untuk tidak mendekati kawah Tangkuban Parahu dalam radius 1.5 kilometer.

“Menurut rekomendasi dari badan geologi untuk sementara gunung Tangkuban Parahu hanya boleh dikunjungi radius 1.5 kilometer dari kawah,” kata Asep Setia Permana, Minggu (4/1).

Adapun kawasan bencana (hazard zone) yang harus diwaspadai diantaranya, yakni kawasan bencana III, selalu terancam aliran lava, gas beracun dan kemungkinan awan panas. Ini berada pada radius 1 kilometer dari kawah. Selalu terancam hujan abu lebat/lumpur panas dan lontaran batu (pijar).

subang-tangkuban-parahu-meletus

“Kampung yang masuk dalam kawasan bencana III yakni Panaruban/Cicadas Kecamatan Sagalaherang mengikuti aliran sungai Cikoneng dan kampung Cikondang-Panyaguan Desa Nagrak Kecamatan Ciater mengikuti aliran Cipangasahan,” jelasnya.

Sedangkan untuk kawasan rawan bencana II, berpotensi terlanda aliran lava, gas racun, kemungkinan awan panas dan lahar. Ini berada pada radius 5 kilometer.
Berpotensi terhadap lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat. Batas Radius/ kampung yang masuk dalam kawsan rawan bencana II yakni Kampung/Desa/Kecamatan Ciater, kampung Babakan Gunung Desa Palasari Kecamatan Ciater, Panaruban Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang dan Cikondang, Panyaguan Desa Nagrak Kecamatan Ciater.

Terakhir adalah kawasan rawan bencana I, berpotensi terhadap aliran Lahar.
Ini akan mengikuti aliran sungai Pasirmenyan, Ciceuri Tengah, Ciasem, Cimute, Tangkil satu, Tangkil dua, Nyalindung-Leles sampai warung-Ciasem, Sungai Cikoneng, Panaruban, Cicadas dua, Ciceuri, Cieunteung, Cileungsing, Cipulus, Ciherang, Cimaja, sampai warung-Ciasem, Sungai Cipangaseupan dan Cipangasahan, Cikondang, Panyaguan, Nenggeng, Nagrak, Ngenol, Cijolang, Cinungku, Pangkalan, Sanca, Cicalung, Banceuy, Babakan Banceuy, Wanasuka, Cipatat, Salam arah Sumedng.

Camat Ciater, Vino Subriadi, menghimbau warganya untuk tetap waspada terhadap semua kemungkinan yang terjadi karena desa Ciater merupakan wilayah terdekat dengan gunung Tangkuban Parahu itu. Ada dua kampung yang paling rawan terdampak jika situasi gunungĀ  memburuk, yakni Kampung Cicenang dan Dawuan. Karena lokasi kedua kampung itu sangat dekat dengan kawah utama dan berada di jalur aliran lava (lahar).

“Kita himbau kepada warga untuk tetap waspada. Warga harus siaga harus, tapi jangan panik dan selalu koordinasi dengan kami,” katanya.