20 Ribu Anak PAUD Siap Pakai Batik Purba Subang Tahun Depan

Ketua HIMPAUDI H. Ade Mulyana (ke-2 dari kanan) pada acara "Ngadabrul Motof Purba Batik Subang" (12/12/2014)

KOTASUBANG.com, Subang – Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Subang H. Ade Mulyana menyambut positif terkait adanya wacana pembuatan batik dengan motif yang diambil dari corak artefak kuno yang ditemukan di Subang. Menurutnya jika nilai-nilai dalam corak benda bersejarah itu digali dan kemudian ternyata memiliki makna yang luar biasa, seperti nilai karakter dan sebagainya, hal ini akan sangat relevan dikenalkan kepada anak usia dini. (baca juga : Motif Unik Pada Artefak Kuno Akan Dijadikan Motif Batik Subang)

“Selain nanti kita mengemas bagaimana batik dengan motif yang memiliki nilai sejarah luar biasa ini dan kita fahami memiliki suatu makna ketika memakainya seperti nilai karakternya dan sebagianya, kita juga harus memikirkan bagaimana “membumikan” batik ini,” ungkap Ade pada acara “Ngadabrul Motif Purba (untuk) Batik Subang” yang digelar di museum Wisma Karya, Jumat siang (12/12/2014).

Ketua HIMPAUDI H. Ade Mulyana (ke-2 dari kanan) pada acara "Ngadabrul Motof Purba Batik Subang" (12/12/2014)
Ketua HIMPAUDI H. Ade Mulyana (ke-2 dari kanan) pada acara “Ngadabrul Motif Purba Batik Subang” (12/12/2014)

Menurut Ade, HIMPAUDI bisa ikut berperan untuk “membumikan” batik yang kemudian dikenal dengan batik purba tersebut.

“Kita punya anak usia dini sekitar 20 ribu anak, selama ini anak PAUD memakai batik dengan motif hasil desain sendiri dengan sedikit motif sisingaan,  kenapa tidak jika sekarang ada motif purba dengan makna yang luar biasa sebagai ciri khas Subang itu sendiri, kita bisa bantu mempromosikan batik ini,” lanjutnya.

“Jika memungkinkan mulai bulan Juli atau Agustus tahun depan pun batik purba bisa dipakai oleh anak usia dini yang jumlahnya sekitar 20 ribu anak, itu luar biasa,” ujar Ade disambut tempuk tanagn para hadirin.

Ade menambahkan selama ini penyediaan batik untuk para siswa di Subang biasanya dengan investor luar dengan motif batik yang tidak punya nilai buat kita.

“Oleh karena itu dari aspek PAUD saya kira ini cukup relevan bagi kita, jika kita ingin membangun karakter generasi ke depan berbasis budaya Subang, pengembangan batik ini akan sangat baik,” pungkasnya.

Berita Terkait: