Motif Unik Pada Artefak Purba Akan Menjadi Motif Batik Khas Subang

Foto Bersama Seusai Ngadabrul Motif Purba Batik Subang di Wisma Karya (12/12/2014)

KOTASUBANG.com, Subang – Sebuah corak unik yang terdiri dari simbol-simbol berupa segitiga, pilin dan bentuk hewan tergambar jelas pada bejana perunggu, sebuah artefak peninggalan zaman perunggu (2000 tahun Sebelum Masehi) yang terdapat di museum Wisma Karya. Menurut staff museum, Khadar Hendarsyah bejana perunggu tersebut ditemukan di kampung Tangkil, Serangpanjang tahun 2007 lalu.

“Di Indonesia bejana perunggu cuma ditemukan tiga buah, salah satunya yang terbesar ditemukan di Subang. Dipermukaannya terdapat motif yang unik, yang bisa dijadikan untuk motif batik,” ujar Khadar.

“Motif batik di Indonesia memang dikembangkan dari motif-motif yang berasal dari peninggalan masa lalu. Nah, kenapa Subang juga tidak mengembangkan motif purba ini menjadi motif batik khas daerah,” kata Khadar dalam acara “Ngadabrul Motif Purba (untuk) Batik Subang,” Jumat sore (12/12/2014) di museum Wisma Karya.

Suasana Ngadabrul Motif Purba Batik Subang di Wisma Karya (12/12/2014)
Suasana Ngadabrul Motif Purba Batik Subang di Wisma Karya (12/12/2014)

Animo masyarakat untuk mengikuti acara ini tampak dari banyaknya peserta yang hadir dalam diskusi tersebut, mulai dari siswa sekolah, guru, desainer grafis, pecinta sejarah dan para pegiat berbagai komunitas yang ada di Subang. Antusiasme peserta juga tampak dari jalannya diskusi yang sangat hidup dengan tanya jawab antar peserta maupun dengan narasumber. Dari acara diskusi tersebut kemudian menguat wacana untuk menjadikan motif purba tersebut menjadi motif batik khas Kabupaten Subang.

Jamal kumaunang, pegiat Pemuda Sadar Wisata yang juga jadi moderator acara tersebut mengungkapkan acara ini digelar untuk mengeksplorasi berbagai potensi Kabupaten Subang sehingga kemudian berbagai potensi tersebut bisa diberdayakan dan menjadi kebanggaan Subang.

bejana perunggu raksasa subang
Bejana perunggu dengan motif unik dipermukaannya

“Termasuk dari banyaknya artefak sejarah di Subang, ternyata ada motif-motif unik yang kemudian bisa dijadikan motif batik atau kerajinan lainnya, yang pada akhirnya akan menjadi ciri khas Subang yang bisa dibanggakan” ujar Jamal.

Deni, salah seorang peserta asal Dawuan mengaku terkejut ternyata di Subang ditemukan artefak berusia ribuan tahun dengan corak yang sangat menarik.

“Saya seakan tersadarkan, Subang itu ternyata kaya raya, motif cantik yang berasal dari ribuan tahun lalu ini ternyata ada di Subang, ternyata masih banyak yang bisa dieksplore di Subang” ujarnya.

Desainer grafis Hadi Sidarta, yang pertama kali memvisualisasikan motif pada artefak tersebut ke media dua dimensi meyambut baik rencana penggunaan motif purba tersebut untuk menjadi motif batik khas Subang.

“Awalnya motif purba tersebut saya visualisasikan untuk membuat poster museum, tapi jika kemudian akan dijadikan motif batik itu akan sangat bagus,” ujarnya.

Motif hasil reka ulang ke media 2 dimensi dri motif pada permukaan bejana perunggu zaman prasejarah.
Motif hasil reka ulang ke media 2 dimensi dri motif pada permukaan bejana perunggu zaman prasejarah.

“Subang memiliki wilayah yang sangat luas, banyak yang bisa digali untuk dijadikan motif batik. Ya, salah satunya ya motif purba ini,” tambahnya.

Sementara itu Yuli Merdekawati, Lurah Cigadung yang juga hadir dalam acara tersebut mengungkapkan motif purba ini merupakan salah satu kekayaan Subang yang bisa dibanggakan. (baca juga : Anggota DPR RI Siap Jadi Duta Batik Purba Subang)

“Jika kemudian motif ini dipakai, ini akan menjadi jati diri khas Subang. Kita berharap Pak Kabid bisa merekomendasikan hasil diskusi ini kepada Bupati sehingga bisa dijadikan motif batik Subang,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Kabid Budaya Dinas Budaya Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora)  Subang, Yatim, mengungkapkan pihaknya akan melaporkan hasil diskusi tersebut kepada Kadisbudparpora dan Bupati.

“Saya tidak bisa mengatakan iya atau tidak, tapi kami akan laporkan hasil diskusi ini ke Bupati. Mari kita bersama-sama seirama mudah-mudahan bisa direalisasikan,” jelasnya.

Foto Bersama Seusai Ngadabrul Motif Purba Batik Subang di Wisma Karya (12/12/2014)
Foto Bersama Seusai Ngadabrul Motif Purba Batik Subang di Wisma Karya (12/12/2014)

Ketua HIMPAUDI Subang, H. Ade Mulyana, mengaku pihaknya siap jika kemudian setelah disepakati menjadi motif batik khas Subang, motif purba ini menjadi seragam bagi anak-anak PAUD se-Kabupaten Subang.

“Selain kita mengemas batik dengan nilai-nilai sejarah dan menarasikan nilai karakter kita pada motifnya tersebut. Kita juga harus “membumikan” batik ini. Ada sekitar 20.000 siswa PAUD se-kabupaten Subang, setelah disepakati, motif purba ini bisa menjadi seragam anak-anak PAUD, mulai tahun depan,” paparnya disambut tepuk tangan hadirin. (baca juga : 20 Ribu Anak PAUD Siap Pakai Batik Purba Subang Tahun Depan)

Pegiat komunitas Subang Creative, Dikky Hendarsyah mengungkapkan selain untuk batik, motif tersebut juga sangat menarik jika diterapkan pada berbagai kerajinan lainnya.

“Saya kira bukan bagus untuk batik saja, motif tersebut juga bisa diterapkan untuk berbagai karya lainnya,” ungkapnya.

Khadar juga menambahkan, selain pada bejana perunggu, pada artefak lainpun terdapat motif-motif yang bisa memperkaya desain batik atau kerajinan.

“Untuk para desainer batik selain dari bejana perunggu, motif-motif menarik juga bisa diambil dari artefak lain seperti pada kapak corong, kapak sepatu dan artefak masih banyak lagi,” tambahnya.

Sekedar informasi, diperkirakan pola motif parang yang ada pada batik-batik Jawa yang ada sekarang ini merupakan perkembangan dari motif yang terdapat pada bejana perunggu. Lalu kenapa pola motif tersebut tidak dikembangkan di Subang yang sudah jelas bejana perunggu tersebut ditemukan di sini? (baca juga : Terpesona Motif Purba Batik Subang)

Berita Terkait: