Terpesona Motif Purba Batik Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Sejak ditetapkan  menjadi Warisan Budaya  milik Indonesia oleh UNESCO tahun 2009 lalu, kini batik semakin berkembang termasuk di Subang yang tidak memiliki budaya membatik sebelumnya. Namun sayang perkembangan batik di Subang tidak signifikan, hal ini dapat terlihat dari jumlah pengrajin dan belum banyaknya warga Subang sendiri yang menggunakan batik dengan motif khas Subang.

Untuk membuat batik Subang lebih menarik, perlu adanya eksplorasi yang lebih mendalam untuk membuat motif batik yang khas. Saat ini para pengrajin batik seperti terjebak pada motif yang itu-itu saja, seperti motif Sisingaan dan Ganasan, padahal  masih banyak potensi Subang yang bisa dikembangkan menjadi motif batik.

bejana perunggu raksasa subang

Bejana perunggu zaman prasejarah ditemukan di Serangpanjang tahun 2006. Artefak perunggu terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia, kini menjadi koleksi museum daerah, Subang

Di museum Wisma Karya misalnya, di tempat ini bisa angkat berbagai motif yang berasal dari corak atau motif yang dimiliki berbagai artefak sejarah. Salah satu corak yang bisa dikembangkan untuk motif batik Subang adalah yang terdapat pada permukaan bejana perunggu raksasa koleksi museum.

Menurut Staf Museum Wisma Karya Yusep Munandar, bejana perunggu ini adalah media pemujaan nenek moyang pada zaman prasejarah. Bejana perunggu yang ditemukan di desa Cinta Mekar, Serangpanjang tahun 2006 tersebut merupakan artefak prasejarah berbahan perunggu terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.

Staf Seksi Museum dan Kepurbakalaan Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kabupaten Subang, M. Khadar Hendarsah mencoba menggambarkan kembali corak yang terdapat pada artefak zaman prasejarah tersebut. Akhirnya dengan bantuan ahli desain grafis Hadi Sidarta, motif tersebut berhasil divisualisasikan dan hasilnya diperoleh motif yang sangat menarik.

Motif yang terdapat pada permukan bejana perunggu koleksi museum daerah Subang.

Motif yang terdapat pada permukan bejana perunggu koleksi museum daerah Subang.

“Motif yang terdapat pada bejana tersebut berbentuk tumpal dan pilin. Tumpal itu berbentuk segitiga, runcing ke atas. Itu melambangkan kehidupan bawah, tengah dan atas. Hal ini sama juga dengan bentuk piramid di Mesir,” papar Khadar.

Jamal Kumaunang pengurus Pemuda Sadar Wisata sangat tertarik melihat hasil reka ulang corak yang terdapat pada benda prasejarah tersebut, menurutnya motif tersebut sangat layak dijadikan motif batik khas Subang.

“Ini kalau dijadikan motif untuk iket khas Subang atau untuk pemanis pada pakaian khas Subang akan sangat bagus. Bisa jadi ikon fashion Subang,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Cigadung, Yuli Merdekawati. Menurutnya motif batik tersebut sangat fashionable jika dijadikan motif batik.

“Sangat fashionble, adaptif dengan perkembangan zaman dan keren, nilai spiritualnya juga ada. Lihat saja detail artefak ini dari dekat, ada gambar kijang yang sangat indah, juga angsa yang cantik, juga ada simbol angka yang unik. Ini menandakan bahwa di zaman purba pun nenek moyang kita sudah sangat mengenal nilai-nilai estetis budaya nan indah,” ujarnya disela-sela kunjungannya ke Museum Wisma Karya (8/12/2014).

“Ini warisan berharga buat kita, tinggal keberanian untuk menjaga dan melestarikan serta mengembangkannnya,” tambahnya.

Motif hasil reka ulang ke media 2 dimensi dri motif pada permukaan bejana perunggu zaman prasejarah.

Motif hasil reka ulang ke media 2 dimensi dri motif pada permukaan bejana perunggu zaman prasejarah.

Selain dari bejana perunggu tersebut menurut Khadar motif batik juga bisa dikembangkan dari artefak lainnya yang ada di museum. Menurutnya motif batik yang ada di Indonesia sekarang ini juga banyak bersumber dari motif-motif prasejarah.

“Nah, karena ini ditemukan di Subang, artinya orang Subang sendiri harus peduli untuk mengangkatnya,” katanya.

Untuk mengeksplorasi motif-motif batik lainnya, rencananya ke depan akan diselenggarakan acara diskusi mengenai motif batik purba Subang.

“Saya sangat mendukung sekali jika diadakan acara seperti itu, biar batik Subang semakin dikenal luas karena motifnya yang menarik” pungkas Jamal.