Pelabuhan Patimban Rampung 2017

Proses pembangunan Pelabuhan di Pantai Patimban Kabupaten Subang masih terus berlangsung dan ditargetkan bisa tuntas tahun 2017. Hingga akhir pekan kemarin, di lokasi masih berlangsung pembangunan dermaga dari bibir pantai ke arah laut. Bagian dermaga yang sudah terbangun lebih dari 2 kilo meter dengan lebar 8 meter. Selain itu di sepanjang bibir pantai Patimban tengah berlangsung pemasangan batu-batu berukuran besar untuk penahan abrasi.

Hal itu terungkap ketika Kepala Dinas Tata Ruang, Pemukiman, dan Kebersihan Kabupaten Subang, Sumasna dengan Kadis Binamarga dan Pengairan, Subang, Besta Besuki bersama rombongan meninjau lokasi pembangunan pelabuhan di Pantai Patimban, Minggu (7/12/2014). “Informasi yang kami terima dari Kementerian Perhubungan, pelabuhan ini diproyeksikan bisa tuntas tahun 2017 mendatang,” kata Besta.

Besta menjelaskan, di lokasi masih berlangsung pembangunan dermaga, dan bagian yang sudah terbangun sekitar 2 kilometer. Rencananya, dermaga itu akan dibangun sepanjang tiga hingga empat kilometer dari bibir pantai ke arah laut. “Patokannya, panjang dermaga itu akan di bangun sampai ke lokasi dimana air laut warnanya kebiruan. Warna kebiruan ini menandakan kedalaman laut, sudah terbebas abrasi serta aman buat persinggahan berbagai jenis kapal laut termasuk berukuran besar,” ujar Besta.

Dikatakannya, upaya Pemkab Subang mendukung pelabuhan Patimban telah dilakukan, seperti membuka dan membangun akses jalan untuk keluar masuk pelabuhan mulai dari jalur utama Pantura sampai ke lokasi pelabuhan. “Sepanjang 5,5 kilometer dengan lebar 30 meter dari arah Jalan Nasional pantura kondisi jalannya sudah dikeraskan. Sekarang, sedang membebaskan lahan lanjutan di sekitar pelabuhan, sehingga nantinya bisa tuntas menyambungkan dengan jalan yang sudah ada,” ucapnya.

Pantai Patimban

Pantai Patimban

Kepala Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Kebersihan Kabupaten Subang, Sumasna, mengungkapkan pihaknya telah diminta bantuan melakukan study lapangan terkait pembuatan jalur rel kereta api dari pelabuhan Patimban ke stasiun Pagaden. “Yang meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Pembangunan rel kereta api ini dibutuhkan buat mendukung kegiatan muat bongkar barang di pelabuhan agar bisa berlangsung cepat,” tuturnya.

Sumasna menjelaskan pembangunan rel kereta api tersebut sangat dimungkinkan, dan lahan yang akan dibebaskan tidak akan menggaggu infrastruktur yang sudah ada. Selain itu tak akan banyak memakan lahan.

Dikatakan Sumasna, kemungkinan peningkatan status pelabuhan Patimban yang dipersiapkan sebagai pelabuhan barang atau pelabuhan kelas II menjadi pelabuhan internasional penyangga pelabuhan internasional Tanjung Priok, sangat memungkinkan. Sebab lokasinya strategis, jaraknya kurang dari 8 kilometer dari jalan negara. Selain itu berbagai pendukungnya sudah siap, termasuk pembebasan lahan sehingga tak akan menjadi beban.

“Misalnya, akses jalan dari pelabuhan menuju jalan negara pantura sudah dibuka, dan saat ini sedang proses pembebasan sisanya. Jadi sangat memungkinkan bila status pelabuhannya ditingkatkan, apalagi di sepanjang bibir pantai Pantura Subang, terutama Patimban tak ada infrastruktur pipa distribusi BBM milik Pertamina,” ujarnya.

Dijelaskannya, lahan pendukung buat kegiatan perkantoran dan bongkar muat barang, disana terdapat lahan milik pemerintah arealnya cukup luas. Oleh karena itu pada saat pengadaan lahan, prosesnya tidak akan terlalu rumit. (Pikiran Rakyat)