Pencarian Toleat Asli Ciptaan Mang Parman

KOTASUBANG.com, Karawang – Penelusuran jejak sang maestro Toleat kembali dilanjutkan di Karawang, Rabu (26/11/2014). Kali ini penelusuran difokuskan pada pencarian Toleat asli ciptaan Mang Parman, Sang Maestro. Penelusuran ini penting dilakukan agar bisa dilakukan studi organologis terhadap alat musik khas Subang tersebut, sehingga nantinya dapat diketahui ukuran standar tangga nada, klasifikasi alat musik dan lain-lain.

Dari hasil penelusuran awal diperoleh sebuah Toleat asli ciptaan Mang Parman. Toleat tersebut berada ditangan Saur (66) yang tinggal di dekat kediaman terakhir mang Parman di kampung Lio Pojok, Desa Cimahi, Kecamatan Klari, Karawang. Saur adalah salah satu murid mang Parman yang kerap ikut ketika mang Parman ada panggilan manggung.

toleat 6

Di kediaman terakhir (alm) Mang Parman, di Klari, Karawang (26/11/2014)

toleat 2

Di Pusara (alm) Mang Parman, Klari, Karawang (26/11/2014)

Toleat yang ada ditangan saur ini terbuat dari bambu kuning (haur), berukuran sekitar 30 cm dengan 7 lubang di atas dan 1 lubang di bawah. Kulit kayunya sudah terkelupas di beberapa bagian, ujung atasnya terbelah dan tanpa reed (peniup) yang biasanya terbuat dari kulit pohon berenuk. Isolatif bahkan koyo tampak menempel dibeberapa bagian Toleat yang terbelah tersebut. Meskipun dalam kondisi rusak, Toleat asli ciptaan mang Parman ini merupakan artefak budaya milik kabupaten Subang, sehingga harus dirawat dengan baik.

“Toleat ini saya jadikan patokan untuk membuat toleat yang baru,” ungkap Saur kepada KOTASUBANG.com, dalam sebuah obrolan setelah ziarah ke makan mang Parman Rabu (26/11/2014) di Karawang.

Pak Saur, salah satu "murid" (alm) Mang Parman

Pak Saur, salah satu “murid” (alm) Mang Parman

Meskipun sudah ditemukan salah satu Toleat asli ciptaan Mang Parman, pencarian Toleat asli ciptaan sang Maestro ini masih harus dilanjutkan, terutama pencarian terhadap Toleat yang ia gunakan untuk manggung. Hal ini juga untuk mengetahui apakah mang Parman juga membuat Toleat dengan bentuk dan ukuran yang lain atau tidak.

Selain difokuskan pada pencarian Toleat ciptaan Mang Parman, penelusuran juga dilakukan untuk mencari murid atau orang yang penah belajar Toleat kepada mang Parman. Saur adalah salah satu “murid”nya. Sering ikut mengantar mang Parman manggung, Saur juga sedikit demi sedikit belajar cara meniup Toleat meski hanya dengan memperhatikan mang Parman manggung. Kini ia pun bisa dengan mahir meniup Toleat.

toleat 5

Toleat asli ciptaan (alm) Mang Parman, sudah terbelah di beberapa bagiannya, bahkan bagian atasnya ditempeli koyo

toleat 3

Bagian belakang Toleat buatan (alm) Mang Parman, reed (bagian peniup)nya sudah hilang

“Salah satu lagu yang biasa dimainkan Mang Parman judulnya “Kidung””, kata Saur di depan pusara Mang Parman. Kemudian Saur memainkan lagu kidung di depan pusara Mang Parman. Suara Toleat yang mengalun di pemakaman membuat merinding siapapun yang mendengarnya.