Kinerja PNS Pemkab Subang Dinilai Masih Rendah

Bupati Subang Ojang Sohandi mengintruksikan para Pegawai Negeri Sipil di semua Organisasi Perangkat Daerah segera berbenah diri, melakukan revolusi mental agar tingkat kepuasan publik bisa membaik di tahun-tahun yang akan datang. Sebab hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja PNS di semua OPD lingkungan Pemkab Subang nilainya masih rendah.

Hal itu disampaikan Bupati, saat melaksanakan mutasi/rotasi ratusan kepala sekolah, pejabat eselon IV dan III, di aula rumah dinas bupati, Selasa (25/11/2014). “Sejak tahun 2013, nilai yang terbaik yang diberikan publik kepada kinerja PNS itu baru sampai C,” katanya.

Ojang mengungkapkan semua PNS harus segera membenahi diri, melakukan revolusi mental. Itu bisa dimulai dengan cara melakukan kepatuhan dari hal yang sangat sederhana. Misalnya, PNS memasang papan namanya di baju yang dikenakannya setiap hari kerja.

Kantor Bupati Subang

Kantor Bupati Subang

Selain itu, Ojang juga menegaskan, koordinasi antara staf dan atasan terjalin dengan harmonis. Hapus budaya birokrasi priyayi yang selalu ingin dilayani rakyat. Sebab tugas birokrasi itu melayani rakyat, bukan dilayani.

“Ke depan, soal koordinasi antar staf dan atasan masih jalan di tempat, risikonya bisa dipindahtugaskan. Saya akan nilai kinerja masing-masing, bila tak ada harmonisasi di internal OPD, akan dilakukan pengisian pejabat baru demi kepentingan organisasi,” katanya.

Dijelaskan Ojang banyak hal yang menyebabkan kepuasan publik terhadap kinerja PNS masih rendah. Dia mencontohkan, kinerja Badan Kepegawai Daerah, Dinas Pendidikan dan Dinas Bina Marga dan Pengairan, dalam dua tahun terakhir belum menunjukan perbaikan signifikan.

Misalnya, BKD dalam melakukan mutasi masih terpengaruh masukan LSM. Di Dinas Pendidikan, masih banyak guru melakukan pungutan, dan di Dinas Bina Marga belum bisa memperbaiki jalan-jalan yang rusak. “Itu sebabnya, penilaian publik menjadi tetap kurang bagus sampai saat ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Engkus Kusdinar, seusai acara berjanji pihaknya akan memperbaiki citra dan kinerja jajarannya dalam melayani publik di bidang pendidikan.

Namun revolusi mental yang dijadikan pijakan dan solusi perbaikan kinerja diakuinya memelukan proses. “Kami akan berusaha keras merealisasikan zero kasus seperti yang diharapkan bupati,” ujarnya. (Pikiran Rakyat)