Pecinta Alam Ajak Rehabilitasi Sungai dengan Gerakan “Save Cileuleuy”

Kondisi bantaran sungai Cileuleuy sangat meprihatinkan dipenuhi sampah rumah tangga

KOTASUBANG.com, Subang – Prihatin atas kondisi sungai Cileuleuy yang kian mengkhawatirkan sekumpulan pemuda pecinta alam yang tergabung dalam Japrat merencanakan rehabilitasi sungai yang membelah kota Subang tersebut dengan gerakan “Save Cileuleuy”. Langkah rehabilitasi tersebut diawali dengan survey menelusuri sungai Cileuleuy yang sebagian besar melalui kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang beberapa waktu lalu.

Menurut Hadi Wibowo salah seorang anggota Japrat, survey awal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencemarn air yang terjadi di sana.

“Kami menelusuri sungai Cileuleuy yang membelah kota Subang selama hampir 4 jam dari mulai curug lima hingga ke pertemuan dengan Cilamatan. Ruas sungai ini merupakan yang terparah terjadinya pencemaran.” kata Hadi.

“Di sepanjang aliran sungai dipenuhi sampah rumah tangga, selain itu warna airnya juga sangat keruh. Bahkan ada teman kami yang langsung gatal-gatal ketika kakinya terkena air sungai, ini menandakan tingkat pencemarannya sudah akut” lanjutnya.

Pemuda Pesinta Alam yang tergabung dalam Japrat melakukan survey tingkat pencemaran sungai Cileuleuy
Komunitas Pecinta Alam yang tergabung dalam Japrat melakukan survey tingkat pencemaran sungai Cileuleuy

Hadi juga mengungkapkan, revitalisasi sungai Cileuleuy ini akan melibatkan para pemuda dan warga masyarakat yang dilalui aliran sungai tersebut. Tahap selanjutnya menurut Hadi berupa sosialisasi secara kontinu kepada masyarakat bantaran sungai untuk lebih peduli pada keaadan sungai Cileuleuy.

Pecinta Alam lainnya Iman Iman Bachtiar juga mengungkapkan perlu adanya penyampaian sosialisasi mengenai manajemen pengelolaan limbah rumah tangga warga sekitaran bantaran sungai Cileuleuy Subang.

“Kami harap masyarakat sekitar bisa berperan aktif dalam menata ulang kelestarian aliran sungai Cileuleuy Kelurahan Pasirkareumbi Subang dengan cara membuat bak penampungan limbah rumah tangga dan tidak membuang langsung limbah rumah tangga ke aliran sungai Cileuleuy Subang,” tegasnya.

Kondisi bantaran sungai Cileuleuy sangat meprihatinkan dipenuhi sampah rumah tangga
Kondisi bantaran sungai Cileuleuy sangat meprihatinkan dipenuhi sampah rumah tangga

Sementara itu menurut pengurus Karang Taruna Tunas Mandiri Putera Cikalapa Subang, Roy Natet, perlu adanya peninjauan ulang mengenai operasional kegiatan penambangan Galian golongan C di bagian hulu sungai Cileuleuy. Ia mengungkapkan kondisi sungai Cileuleuy yang sangat keruh ini salah satunya diakibatkan limbah galian C.

“Jika melihat akan kondisi sungai Cileuleuy yang mengalami pendangkalan oleh limbah pasir maka diduga hal tersebut disebabkan oleh buruknya manajemen pengelolaan limbah dari pertambangan Galian C di bagian hulu sungai Cileuleuy dan harus diperbaiki atau bahkan dicabut ijin operasionalnya jika terbukti menncemarkan lingkungan,” jelas Roy.

Puncaknya para pecinta alam ini akan melakukan aksi bersih-bersih sungai Cileuleuy secara masal sambil terus mensosialisasikan perilaku peduli kebersihan sungai dengan gerakan “Save Cileuleuy”.

“Kemungkinan aksi bersih-bersih masal akan dilakukan bertepatan dengan hari air sedunia bulan Maret mendatang,” pungkas Hadi.

Berita Terkait: