Buruh Demo, Pedagang Senang

KOTASUBANG.com, Subang – Ribuan buruh Kabupaten Subang hari ini, Rabu (18/11/2014) kembali berkumpul di alun-alun Kabupaten Subang mengawal rapat penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang diselenggarakan di Kantor Bupati Kabupaten Subang.

Berkumpulnya ribuan orang di Alun-alun Subang ini tentu saja dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mengais rezeki. Dari pantauan KOTASUBANG.com para pedagang ikut berbaur dengan ribuan buruh yang tengah melakukan aksi. Sebagian lainnya memanfaatkan podium tempat upacara.

Pedagang rujak mengais rezeki diantara ribuan buruh yang tengah melakukan aksi demo (18/11/2014)

Pedagang rujak mengais rezeki diantara ribuan buruh yang tengah melakukan aksi demo (18/11/2014)

Disela-sela melakukan aksi para buruh yang sebagian besar diantaranya buruh wanita, mengerubuti para pedagang yang berjualan beraneka dagangan, mulai dari makanan, minuman, sampai perlengkapan rumah tangga.

Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Anwar (43) misalnya, penjual rujak keliling ini, hari ini tidak perlu susah payah berjualan keliling kampung. Ia hanya mangkal di antara ribuan buruh di alun-alun.

“Biasanya saya keliling hingga ke komplek Kala Hitam di wera, tapi kalau ada demo saya cuma mangkal di sini,” katanya.

Alhamdulillah, mangkal disini saja keuntungannya lumayan, bisa hingga 2 kali lipat,” lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Warsih (38), penjual teh manis gelas ini, dagangannya laris manis, lewat tengah hari ia bisa menjual 200 cup minuman yang dijual Rp.3000,- per-cup nya.

“Sampai jam segini sudah terjual lebih dari 200 gelas, tapi sayang ini cuacanya malah hujan, bisanya lebih dari ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan musim demo seperti ini justru memberi keuntungan tersendiri baginya.

Disela-sela melakukan aksi demo para buruh berbelanja (18/11/2014)

Disela-sela melakukan aksi demo para buruh berbelanja (18/11/2014)

Alhamdulillah, kalau ada yang demo saya bisa menjual hingga 400 gelas, omsetnya mencapai lebih dari Rp. 1 juta, tapi sayang hari ini hujan” paparnya.

Berdasarkan pantauan, hingga pukul 19.00 WIB, sebagian buruh masih bertahan di Alun-alun menunggu keputusan rapat Dewan Pengupahan yang akan memutuskan nilai UMK malam ini.