Animo Terhadap Sastra Rendah, Pegiat Sastra Subang Gelar Acara “Diajar Nulis Sajak”

KOTASUBANG.com , Subang – Puluhan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum Sabtu (15/11/2014) mengikuti acara “Diajar Nulis Jeung Maca Sajak” yang diselenggarakan oleh komunitas Nonoman Gandrung Sastra Sunda Subang di Sanggar Seni Ringkang Nonoman, Jalan Panji, Kelurahan Cigadung, Subang.

Menurut pegiat sastra Subang sekaligus ketua panitia kegiatan tersebut Hadi Faturokhman, acara ini digelar berawal dari keprihatinan atas kurangnya apresiasi pelajar terhadap karya sastra sunda, terutama terhadap kasil karya sastrawan Subang. Selain itu dengan digelarnya acara seperti ini diharapkan akan timbul keinginan dari para generasi muda untuk membuat karya sastra, sehingga dikemudian hari akan muncul para sastrawan Subang yang baru.

“Acara seperti ini memang sangat diperlukan, untuk menumbuhkan kecintaan pelajar atau pun masyarakat terhadap karya sastra,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dimas Patria, pangarang sastra basa sunda ini mengaku prihatin dengan kondisi ini.

“Saya pernah beberapa kali menjadi juri perlombaan basa sunda, namun sayang pesertanya cuma itu-itu saja dan bisa dihitung dengan jari. Semoga dengan kegiatan ini akan bermunculan generasi muda pecinta sastra sunda, sehingga para pelajar Subang juga bisa bersaing di tingkat Jawa Barat ketika ada lomba basa sunda,” paparnya.

diajar-nulis-maca-sajak-copy

Sementara itu Nandang Kusnandar, S.Sn, mewakili manajemen Sanggar Ringkang Nonoman mengungkapkan acara belajar menulis sajak atau sastra ini akan menjadi kegiatan rutin yang diselenggarakan di sana.

“Acara ini merupakan tindak lanjut dari acara “Ngadabrul Potret Sastra Sunda Subang” yang di gelar di Ringkang Nonoman beberapa waktu lalu. Ke depan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin di sini,” jelas Nandang.

Acara dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dilakukan sore hari, diisi dengan pelajaran nulis sajak sunda dan pada sesi kedua malam hari diadakan acara pembacaan sajak. Pada sesi nulis sajak, Dimas Patria berbagi ilmunya kepada para peserta untuk membuat sajak yang baik. Kemudian para peserta dipersilahkan untuk membuat sajak masing-masing.

Pada malam hari sajak ciptaan para peserta dibacakan satu persatu. Acara semakin menarik ketika pembacaan sajak tersebut diiringi oleh perpaduan musik tradisional dan modern. Pembacaan sajak yang diiringi kolaborasi musik yang apik, membuat kagum para peserta yang hadir di sana.