Berapapun Hasilnya, Buruh Subang Minta Penetapan KHL Harus Terbuka

Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang (ABS) berdemonstrasi di depan kantor Depnakertrans Subang Meminta Penetapan UMK pada kisaran Rp. 2.4 Juta (10/11/2014)

Sejumlah buruh dari berbagai perusahaan yang berada di Kabupaten Subang mendesak Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) untuk terbuka dalam pembahasan dan penentuan nilai Kehidupan Layah Hidup (KHL) tahun 2015. Selama ini buruh menilai dari tahun ketahun penetapan KHL itu selalu ditutup-tutupi.

Salah seorang aktivis buruh  dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Subang, Alen  mengatakan, selama ini memang penetapan KHL yang dilakukan DPK bersama perwakilan buruh dan pengusaha yang difasilitasi oleh pemerintah itu, dari tahun ketahun selalu tertutup. Buruh hanya tahu hasilnya saja, tanpa diberitahu sebenya siapa yang benar-benar mendukung buruh.

“Iya, maksudnya selama ini penetapan KHL yang ujung-ujungnya selalu menggunakan cara voting itu selalu tertutup, kami hanya tahu hasilnya saja. kami tidak pernah diberi tahu sebenarnya siapa yang membela kami sebenarnya,” kata Alen, Minggu (9/11).

Dalam penetapan KHL yang nantinya akan digunakan sebagai referensi untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK), Alen meminta untuk lebih terbuka. Bahkan dirinya meminta rapat penentuan KHL itu bisa langsung disaksikan oleh buruh.

“Kami tidak peduli hasilnya berapa, yang penting kami ingin penertapan KHL tahun ini terbuka dan saat waktu penetapannya itu bisa disaksikan oleh seluruh buruh secara langsung bagaimanapun caranya,” tuturnya.

Masih menurut Alen, buruh menegaskan keterbukaan dalam seluruh proses penetapan, hingga akhirnya KHL itu ditetapkan, karena selama ini buruhpun belum tahu tentang 60 item yang menjadi item penting untuk menetapkan KHL itu.

Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang (ABS) berdemonstrasi di depan kantor Depnakertrans Subang Meminta Penetapan UMK pada kisaran Rp. 2.4 Juta (10/11/2014)
Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang (ABS) berdemonstrasi di depan kantor Depnakertrans Subang Meminta Penetapan UMK pada kisaran Rp. 2.4 Juta (10/11/2014)

Bahkan selama ini dalam beberapa kali survey yang dilakukan DPK selama ini tidak pernah ada keterbukaan. Jangan sampai tertutupnya survey penentuan KHL hingga nanti pada waktunya KHL itu ditetpakan menimbulkan kecurigaan para buruh.

“Kalau terbukakan jadi kita bisa tahu siapa yang benar-benar memperjuangkan kita. Karena kalau tertutup , apalagi kalau sampai nanti voting tetap ditutup-tutupi ini jangan-jangan ada permainan,” katanya.

Sebelumya, Ketua DPK Subang, Abdurrakhman  pembahasan munculnya angka KHL tahun 2015 diakuinya cukup alot karena dalam menyamakan masukan-masukan baik dari unsur Apindo, akademisi dan serikat buruh yang ikut terlibat dalam DPK Subang masih susah.

“Kira-kira pertengahan November 2014 KHL sudah bisa ditentukan, saat ini masih dalam pembahasan. Angka KHL akan muncul berdasarkan survai yang dilakukan DPK dibeberapa pasar yang berada di Subang,” katanya.

Untuk saat UMK Subang sebesar Rp1,577 juta. Sedangkan dalam beberapa kali aksi buruh Subang yang dilakukan beberapa serikat buruh untuk UMK 2015 dimeminta sebesar Rp2,4 juta. (Fakta Jabar)

Berita Terkait: