Dari Acara Ngadabrul Potret Sastra Sunda Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Sanggar seni Ringkang Nonoman bekerjasama dengan komunitas Blogger Subang, Sabtu malam (8/11/2014) lalu menyelenggarakan acara diskusi sastra bertajuk “Ngadabrul Potret Sastra Sunda Subang”. Hadir sebagai pembicara dalam  acara tersebut beberapa sastrawan Subang dari berbagai generasi, yaitu Moddi Madiana, Itto CS Margawaluya, Risnawati, Hena Sumarni, Tarlan dan Dimas Patria.

Ketua DPRD Kabupaten Subang, Ir Beni Rudiono yang hadir dalam acara tersebut mengatakan sangat mengapreasiasi acara semacam ini. Menurutnya, dari tulisan para sastrawan ini dapat diketahui wajah Subang dari masa ke masa.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini, karya sastra itu satu hal yang sangat penting, dari tulisan-tulisan para sastrawan ini pula kita bisa mengetahui sejarah Subang itu seperti apa,” ungkap Beni.

Sastrawan senior Moddi Madiana, mengungkapkan acara seperti ini penting dilakukan untuk lebih mengenalkan karya sastra Subang. Menurutnya, pengumpulan hasil karya para sastrawan Subang seperti yang dilakukan panitia ini sangat baik dilakukan. Ia menyayangkan dinas terkait yang menyelenggarakan lomba sastra justru tidak pernah mengarsipkan hasil karya para peserta lomba.

“Dengan digelarnya acara seperti ini, semoga bisa kita pikirkan bagaimana caranya agar setiap pelaksanaan lomba sastra di Subang itu pesertanya semakin banyak, tidak seperti sekarang selalu sepi peminat. Kemudian setiap hasil karya sastra dari perserta seharusnya diarsipkan oleh dinas terkait,” ungkapnya.

beni

Sementara itu pengarang lainnya Risnawati, mengungkapkan warga Subang harus berbangga hati, karena  sastrawan Subang telah memiliki reputasi yang baik di dunia sastra Jawa Barat.

“Pak Itto adalah Sastrawan ke-2 se-Jawa Barat yang sebentar lagi akan menyelesaikan buku otobiografi, selain itu ada kang Hawe Setiawan yang saat ini sudah dianggap sebagai kamus berjalan bagi kalangan sastrawan Jawa Barat karena sering diminta pendapatnya. Adapula kang Dian Hendrayana yang saat ini sebagai Redaktur di majalah sunda ternama Mangle, mereka adalah putra-puta Subang yang sangat dihormati di dunia sastra Jawa Barat,” ungkapnya.

Dimas Patria, pengarang termuda yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan acara ini akan menjadi penyemangat bagi generasi muda Subang untuk kembali menulis.

“Dari sini kita jadi tahu ternyata banyak para sastrawan dari Subang, sehingga bisa belajar dari mereka,” katanya.

Acara “ngadabrul” ini juga diisi dengan pembacaan sajak karya para penulis Subang oleh para hadirin. Tak ketinggalan Ketua DPRD pun didaulat untuk membacakan sajak karya Moddi Madiana. Satu panggung dengan ketua DPRD, mewakili buruh, Kang Alen juga membawakan sebuah sajak cinta karya Risnawati berjudul “Tangkuban Parahu”. Penampilan mereka memukau para hadirin.

Para pegiat sastra ini berharap melalui acara ini sastra sunda Subang bisa lebih diperkenalkan kembali, diantaranya melalui jalur pendidikan, salah satunya bisa dimasukkan ke dalam pelajaran muatan lokal di sekolah.

Berita Terkait: