Bupati Ojang : Salahkan Saya Kalau Jalan Desa Rusak

Bupati Subang, H.Ojang Sohandi mengaku belum optimal merealisasikan program-program pembangunan sesuai harapan publik akibat terbatasnya kemampuan keuangan pemerintah. Karena itu, dia meminta mereka tidak menyalahkan atau mengadu kepada Ketua RT, RW atau Kepala Desa bila kerusakan jalan desa yang masih banyak.

“Kalau ada jalan rusak, jembatan rusak, jangan mengadu dan menyalahkan pak RT, pak RW atau pak Lurah. Salahkanlah saya, adukan langsung ke saya. Makanya saat datang kesini, saya bawa langsung Kadis Bina Marganya biar dia tahu mana jalan yang rusak, supaya bisa segera diperbaiki,” katanya saat menghadiri acara ruatan bumi di Desa Pangsor Kecamatan Pagaden Barat, Selasa (4/11/2014).

Ia pun memastikan, selama lima tahun ke depan masa kepemimpinannya, semua ruas jalan rusak yang mencapai 45% dari total 1.054 kilometer panjang jalan kabupaten, akan dimuluskan. Sebab pada tahun anggaran 2014 untuk infrastruktur digelontorlan dana Rp165 miliar, dan tahun 2015 menjadi Rp200 miliar.

“Belum lagi bila telah turun anggaran desa yang cukup besar diharapkan seluruh aparat desa mampu meminij untuk pembangunan sarana umum, diantaranya jalan,” kata Bupati.

ojang-sohandi-memimpin-upacara-hari-kemerdekaan-ke-68

Mengenai tradisi ruwat bumi sendiri, Bupati berharap masyarakat memahaminya sebagai upaya untuk ‘ngamumule’, menjaga, memelihara dan merawat bumi dari perilaku merusak. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan tasyakur kepada Sang Pencipta.

“Jangan sampai budaya ruwat bumi malah disalahpahami menjadi keyakinan yang mengganggu kemurnian akidah keislaman. Ruwat bumi artinya merawat dan menjaga bumi atau lingkungan kehidupan dari kerusakan,”katanya.

Tokoh warga Desa Pangsor, Bah Narmo mengatakan, melalui ruwat bumi ini, tuntutan kami gak banyak ke pemerintah. Cukup jalan dimuluskan dan pengairan lancar, Sebab, tradisi digelar setiap tahun untuk menyambut musim tanam rendeng atau musim hujan.

“Mudah-mudahan setelah buminya diruwat, hujan pun turun, sehingga para petani bisa segera menggarap sawah. Meski berbalut hiburan, ruwatan bumi ini bagi kami mengandung doa, harapan dan tasyakur kepada Yang Maha Kuasa,”ungkapnya.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Subang Ojang Sohandi, juga Kepala Dinas Marga dan Pengairan Besta Besuki dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Djadja Rohadamadja, serta unsur Muspika Kecamatan Pagaden Barat, dimeriahkan seni Wayang Golek dan Sisingaan. “Kalau tadi banyak warga yang curhat soal jalan desa rusak cukup berat karena memang banyak yang belum tersentuh aspal,” kata tokoh pemuda, Usep. (Galamedia)

Berita Terkait: