Polres Subang Gelar Apel Besar Pelajar Anti Narkoba

KOTASUBANG.com, Subang – Polres Subang hari ini Rabu (15/10/2014) menggelar Apel Besar Brigade Pelajar Anti Narkotika dan Kenalakan Remaja Kabupaten Subang Tahun 2014. Hadir dalam acara tersebut perwakilan pelajar dan guru dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Subang. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Subang, E. Kusdinar. Acara ini digelar untuk menekan peredaran narkoba dan aksi kriminalitas dikalangan pelajar yang akhir-akhir ini kembali mencuat.

Dalam kesempatan tersebut Wakapolres Subang, Kompol Deddy Supriadi memberikan wejangan kepada para siswa yang hadir. Dia  mengatakan mengkonsumsi narkotika dan melakukan aksi kriminalitas akan membuat siswa dikucilkan dilingkungannya. Masa remaja, menurut Deddy sangat rentan disusupi hal-hal negatif seperti narkotika dan tingkah laku yang menyimpang, seperti tindakan yang mengarah ke kriminalitas. Maka dari itu pengawasan orang tua sangat dibutuhkan.

“Masa remaja adalah masa pencarian identitas. Orang tua harus lebih waspada mengawasi dan kalian (para pelajar, red) harus memilih lingkungan pergaulan yang baik, jangan sampai terjerumus,” tuturnya.

“Untuk meminimalisir peredaran narkotika dikalangan pelajar harus adanyanya motivasi dari orang tua. Harus ada keharmonisan dalam keluarga dan remaja harus mampu memilih teman dan lingkungan yang baik untuk dirinya,” lanjutnya.

polres

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Subang, AKP. Donny Agung Harvida menambahkan pada tahun 2014 pihaknya berhasil mengamankan 63 orang tersangka pengguna narkotika. Dari sejumlah tersangka yang ditangkap itu tiga orang diantaranya masih berstatus pelajar.

“Jadi peredaran narkotika harus diminimalisir karena sudah ada dari kalangan pelajar yang kita tangkap. Pelajar perlu dibimbing, karena jika sudah terjerat mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Kepala Disdik Kabupaten Subang, E. Kusdinar menyambut baik acara semacam ini. Dia mengatakan acara semacam ini merupakan langkah awal untuk mengantisipasi penyimpangan yang dilakukan siswa, sehingga perlu ditindaklanjuti dan didukung.

“Ini langkah awal sebagai upaya meminimalisir tindakan menyimpang yang dilakukan siswa, kedepannya kita akan upayakan lebih instens melakukan razia di jam belajar,” katanya.

Menurut Kusdinar, razia untuk meminimalisir aksi menyimpang siswa itu akan mulai diberlakukan secepatnya. Pihaknya akan melakukan beberapa pertemuan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait lainnya mengenai teknisnya.

“Secepatnya rajia rutin akan dilakukan, tidak hanya melibatkan pihak kepolisian, nanti juga satpol PP akan dilibatkan. Razia itu nantinya akan dilakukan dijam-jam belajar, kan sekarang suka banyak siswa yang berkumpul diwarung-warung, padahal masih dalam jam pelajaran sekolah,” tambah Kusdinar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here