Seniman Desak Pemkab Subang Segera Patenkan Alat Musik Toleat

KOTASUBANG.com, Subang – Para pegiat seni budaya di Subang mendesak agar Toleat yang merupakan alat musik khas Subang segera dipatenkan guna mengantisipasi adanya klaim dari pihak lain. Hal itu terungkap dalam diskusi budaya yang bertajuk “Ngadabrul Toleat Ti Jaman ka Jaman” yang diselenggarakan Sanggar Seni Ringkang Nonoman di jalan Panji, Blok Kartadara Selatan, Kelurahan Cigadung, Subang, Jumat malam (10/10/2014).

Acara tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari seniman, pelajar, berbagai organisasi kepemudaan dan perwakilan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Subang. Agustias Amin, Sekretaris Disbudparpora Kabupaten Subang yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, pihaknya akan segara mengurus hak paten untuk alat musik Toleat tersebut.

“Untuk hak paten Toleat akan segera kita uruskan, mudah-mudahan tahun 2015 hak paten tersebut sudah bisa didapatkan, kata Agustias Amin.

IMG_4236
Suasana diskusi “Ngadabrul Toleat ti Jaman ka Jaman”, Jumat (10/10/2014)

Selain itu menurut Agus, Mang Parman sebagai inovator alat musik ini juga harus diberi penghargaan. Untuk itu pihaknya berencana mengajukan hal ini kepada gubernur.

Selain diisi dengan pertunjukkan Toleat dan berbagai pentas seni lainnya, sebelum dilakukan diskusi dipaparkan terlebih dahulu mengenai sejarah Toleat dan perjalanan hidup penciptanya.

Nandang Kusnandar, Ethnomusicolog yang hadir dalam acara tersebut menerangkan, Toleat secara organologis termasuk kedalam klasifikasi alat musik aerophones single reed. Alat musik ini diciptakan oleh seorang anak gembala yang tinggal di wilayah pantura Kabupaten Subang, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Mang Parman.

“Alat musik ini hasil pengendapan serta pengerucutan pengalaman dan pengetahuan Mang Parman kecil sampai dengan dewasa selama aktifitasnya di area pesawahan,” paparnya.

toleat subang
Wa Amar memainkan Toleat sebelum acara diskusi dimulai

“Terinspirasi dari bunyi empet-empetan (terompet dari batang jerami), kemudian melalui sebuah proses pencarian akhirnya mang Parman bisa mewujudkan bentuk alat musik yang lain dengan bahan baku yang relatif dapat bertahan lama,yaitu dari bambu tamiang,” lanjutnya.

Toleat yang asalnya hanya merupakan alat musik yang diciptakan oleh anak gembala, kini sudah sering dipertunjukkan dalam berbagai gelaran seni di Jawa Barat bahkan di mancanegara. Alat musik ini bisa dikolaborasikan dengan alat musik tradisional lainnya maupun dengan alat musik modern.

Namun sayang, ketika karya seninya mulai dikenal, Mang Parman sang Maestro Toleat telah wafat tahun 2012 lalu di Karawang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here