Bangkitkan Kembali “Ruh” Budaya Subang dengan Membangun Kampung Seni

KOTASUBANG.com, Subang – Suara denting kecapi memecah keheningan di sebuah sanggar seni di satu sudut kota Subang malam itu. Kawih kembang gadung kemudian mengalun merdu diiringi petikan kecapi itu, menambah syahdu suasana malam. Beralaskan tikar, beberapa orang yang sudah berada di depan bale seni sederhana tersebut terlihat terhanyut terbawa suasana sambil menikmati kopi hangat yang disajikan. Kawih pembuka tersebut kemudian mengundang para pengunjung lainnya untuk ikut menikmati sajian seni yang mungkin sudah lama mereka rindukan.

Wajah – wajah haru sekaligus bangga, terlihat jelas pada air muka meraka yang hadir. Bagaimana tidak, kawih sunda yang diringi denting kecapi itu, dimainkan oleh remaja belasan tahun yang mencintai seni budaya. Mereka adalah siswi SMKN 10 Bandung (dulu Sekolah Menengah Karawitan Indonesia / SMKI – red) yang tengah melakukan prakerin (praktek kerja industri) di Sanggar Seni Ringkang Nonoman, Jalan Panji, Blok Kartadara Selatan, Kelurahan Cigadung, Subang.

sanggar ringkang nonoman smkn 10 bandung

Sisiwi SMKN 10 Bandung menari Topeng di Sanggar Seni Ringkang Nonoman, Subang (27/9/2014)

Kecintaan remaja ini terhadap budaya jelas terlihat, pilihan mereka untuk masuk ke Sekolah jurusan seni sudah pasti merupakan wujud kecintaan mereka terhadap seni budaya. Mereka tidak tertarik untuk masuk jurusan elektro atau IT misalkan, yang kini banyak digandrungi.

Keberadaan Sanggar seni ini pun memberi banyak pelajaran baik itu untuk pelaku seni maupun pemerintah daerah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam hal ngamumule budaya. Adalah Nono, seorang bengkel bubut yang sama sekali bukan seniman, sedikit demi sedikit membangun sanggar ini. Hal itu ia lakukan semata-mata karena kecintaanya kepada seni budaya dan miris atas semakin hilangnya “ruh” kota Subang sebagai kota budaya. Hingga kemudian ia berhasil mengundang siswa SMKN 10 Bandung untuk melakukan prakerin di sanggarnya.

Apa yang dilakukan Nono tersebut kemudian mengundang simpati dari para pecinta seni dan pelaku seni lainnya. Atas dasar keprihatinan yang sama terhadap seni budaya Subang, maka kemudian Sabtu malam lalu (27/9/2014) di Sanggar tersebut digelar diskusi santai “Ngamumule Budaya Subang” sambil menyaksikan pertunjukan seni dari 13 siswa SMKN 10 Bandung, SMK Kesenian Subang dan Lorong Teater Subang.

SUBANG RINGKANG NONOMAN

Lurah Cigadung Yuli Merdekawati ikut ngawih di acara Diskusi “Ngamumule Budaya Subang” di Sanggar Seni Ringkang Nonoman, Subang (27/9/2014)

Hadir dalam acara tersebut Lurah Cigadung Yuli Merdekawati, Ketua DPRD Beni Rudiono, sesepuh sekitar sanggar dan para pelaku dan pecinta seni lainnya. Yuli Merdekawati yang duduk berbaur dengan warganya di atas tikar mengaku sangat mengapresiasi acara tersebut.

“Sebagai pelaku seni saya bukan cuma mengapresiasi, tapi sangat bangga dengan adanya acara ini. Ini akan menghidupkan kembali wilayah Kartadara ini sebagai puseur seni budaya Subang seperti zaman dulu,” ungkapnya.

“Dulu dibeberapa sudut wilayah Cigadung ini dengan mudah terdengar petik kecapi atau suling, tapi sekarang sudah jarang,” kata Lurah yang juga jago nembang ini.

“Dengan adanya sanggar ini bisa menghidupkan kembali dan menumbuhkan kembali semangat kita, hayu kita hidupkan kembali kesenian dan kesundaan yag sudah diwariskan leluhur. Berawal dari sini, kita bangun kampung seni di Kartadara ini!” ungkapnya penuh semangat, diiringi riuh tepuk tangan hadirin.

“Disini kita bukan cuma ngamumule (melestarikan) tapi juga harus menciptakan¬† kamonesan (kesenian) baru sehingga satu waktu Subang bisa harum ke manca negara,” tegasnya.

ringkang nonoman subang

Siswa SMKN 10 Bandung dan SMK Kesenian Subang menyanyi bersama ditemani Lurah Cigadung dan Ketua DPRD Subang di Sanggar Seni Ringkang Nonoman, Subang (27/9/2014)

Sementara itu Ketua DPRD Beni Rudiono yang datang menjelang malam, juga menyatakan dukungannya untuk membangkitkan kembali seni budaya di Subang.

“Untuk itu saya sangat berterimakasih sekali kepada pak Nono yang telah membangun sanggar ini, dan sangat mengapresiasi acara seperti ini,” ujarnya.

Nono, selaku pemilik Sanggar Seni Ringkang Nonoman mengaku bangga dengan digelarnya acara seperti ini. Ia berharap cita-citanya untuk menghidupkan kembali seni budaya Subang bisa terwujud, dimulai dari sanggarnya.

Dari diskusi santai tersebut tertuang ide-ide segar untuk pengembangan seni budaya Subang. Selain membangkitkan kampung seni, kemudian direncanakan akan digelarnya festival Cibarengkok disanggar tersebut. Diharapkan sanggar seni ini menjadi tonggak bangkitnya kembali seni budaya Subang. Semoga!