Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Tugu Benteng Pancasila Jadi Sasaran Vandalisme

KOTASUBANG.com, Subang – Menjelang hari kesaktian Pancasila yang jatuh 1 Oktober mendatang, kondisi tugu benteng Pancasila yang terletak di komplek Alun-alun, jalan Ade Irma Suryani Nasution, Subang tampak memprihatinkan. Seperti pantauan kotasubang.com, Jumat (26/9/2014) Tugu Benteng Pancasila penuh dengan coretan tangan-tangan jahil sehingga sangat tidak nyaman di pandang.

Dari coretan-coretan di dinding tugu, tampak jelas aksi vandalisme tersebut sepertinya dilakukan oleh gerombolan anak-anak sekolah. Namun belum jelas anak sekolah atau gerombolan mana yang melakukan aksi vandalisme tersebut. Beberapa coretan tersebut tampak sepertiĀ  “XMV3SBG”, “SP3N-GAZ”, “ANGKASA2” dan tulisan-tulisan kotor yang tidak sepantasnya.

Didi, salah satu pengunjung yang sedang menikmati sore hari di taman sekitar Tugu Benteng Pancasila mengaku sedih melihat kondisi tugu tersebut.

“Beberapa bulan lalu saya datang ke sini masih bersih, sekarang jadi banyak coretan gini,” katanya.

Sementara itu Ari, warga lainnya mengaku miris dengan aksi vandalisme di Tugu Benteng Pancasila ini. Menurutnya, aksi vandalisme di Tugu Benteng Pancasila ini bisa jadi pertanda lunturnya nasionalisme di kalangan anak muda.

“Mungkin memang semangat nasionalisme dikalangan anak muda sekarang sudah luntur, apalagi tugu ini kan melambangkan kecintaan warga Subang terhadap Pancasila dan diharapkan semua mengamalkannya (Pancasila- red),” paparnya.

Tugu Benteng Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, Tugu Benteng Pancasila tampak kusam penuh coretan tangan-tangan jahil

Menjelang Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Tugu Benteng Pancasila tampak kusam penuh coretan tangan-tangan jahil

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tugu Benteng Pancasila dibangun pada masa Bupati Atju Syamsudin. Ketika itu Subang dikenal dengan istilah baskom (basis Komunisme) padahal PKI telah dibubarkan dan Rakyat Subang telah kembali kepada ideologi Pancasila. “Gerah” dengan ungkapan itu kemudian Bupati Atju Syamsudin membangun tugu ini, sebagai pernyataan bahwa rakyat Subang adalah rakyat yang cinta pada Pancasila dan komunisme sudah tidak berlaku lagi di Subang.

Sebagai penegas sikap itu logo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang pun bernama “Benteng Pancasila” demikian pula dengan radio siaran milik Pemkab Subang, bernama radio Benpas (Benteng Pancasila).

Selain di Tugu Benteng Pancasila aksi vandalisme juga tampak di berbagai sudut kota, seperti di dinding Wisma Karya, Pagar Alun-alun hingga tembok gedung DPRD Subang, sehingga sangat mengganggu keindahan kota Subang.

Miris dengan kondisi ini, beberapa bulan yang lalu komunitas yang tergabung dalam Facebooker Subang berinisiatif menghapus vandalisme di sekitar kota Subang. Diantaranya mereka membersihkan Tugu Padi dan mengecat ulang panggung terbuka di depan gedung Wisma Karya yang penuh dengan coretan vandalisme. (baca juga : Miris Kondisi Wisma Karya, Facebooker Subang Lakukan Aksi)

Sementara itu warga lainnya Bayu, mengatakan aksi corat-coret anak muda itu bisa diarahkan dengan memberikan space buat mereka berkreasi lewat seni grafitti.

“Keren (Grafitti), tinggal diarahkan saja, di GOR banyak free space buat mereka, legalkan saja biar ga onar :},” kicaunya melalui akun @bayu_ariandi.