Akan Dibangun Kawasan Industri di Cipeundeuy, Harga Lahan Melonjak

Harga lahan di beberapa desa yang ada di Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Subang dalam setahun terakhir mengalami lonjakan hingga beberapa kali lipat.

Hal itu dipicu dengan beredarnya informasi tiga desa di Kecamatan Cipeundeuy telah ditetapkan menjadi kawasan industri.

Sejak beredarnya informasi penetapan kawasan industri, warga pun ramai-ramai menaikan harga jualnya. Apabila setahun lalu harga jual beli tanah antar warga 15 ribu, kini banyak di antaranya yang bersedia melepas bila harga belinya dua atau tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

“Sekarang harga lahan disini memang sudah pada naik. Soalnya ada kabar sudah ditetapkan jadi kawasan industri. Kalau dibanding setahun lalu ada yang naiknya dua hingga tiga kali lipat, tapi itu tergantung orangnya,” kata Entis warga Sawangan, Cipeundeuy.

Dia mengatakan tahun lalu, di daerahnya harga lahan dijual antar tetangga masih bisa Rp 15 ribu per meter. Sedangkan beberapa bulan lalu sudah banyak yang datang hendak membeli tanah dan menawar dengan harga antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Namun banyak diantara warga yang memilih tak menjual lahan, dan baru bersedia melepas bila harganya lebih mahal lagi. Malahan ada juga yang meminta hingga Rp 50 ribu per meter.

ilustrasi kawasan industri

ilustrasi kawasan industri

Berdasarkan informasi, Kecamatan Cipeundeuy merupakan salah satu daerah yang ditetapkan Pemkab Subang menjadi kawasan industri dengan luas areal mencapai 1.000 hektar, tersebar di tiga desa.

Camat Cipeundeuy, Muhammad Rudi membenarkan di dearahnya telah ditetapkan menjadi kawasan Industri. Arealnya tersebar, meliputi tiga desa, masing-masing Sawangan, Kosar, dan Wantilan. Malahan sudah ada calon investor yang berminat investasi di kawasan tersebut, dan sudah ada yang membeli lahan.

“Memang sejak ditetapkan menjadi kawasan industri, harga lahan disana menjadi mahal, harganya bervariasi, tapi kalau dibanding tahun lalu rata-rata dua kali lipat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan saat ini banyak warga yang hendak menjual lahan mengurungkan niatnya. Sebab banyak diantara warga sudah mengetahui telah ditetapkan menjadi kawasan industri. (Pikiran Rakyat)