Pasokan Air Minim, Sawah di Pantura Subang Tak Digarap

KOTASUBANG.com, Subang – Memasuki puncak musim kemarau lahan pertanian di Subang terutama di wilayah pantura mengalami kekeringan karena minimnya pasokan air. Kian hari, sawah yang mengalami kekeringan semakin meluas dan dibiarkan tak digarap.

Berbagai upaya telah dilakukan para petani untuk mengatasi hal ini, diantaranya dengan sistem pompanisasi , namun hal tersebut tak banyak membantu. Air yng berhasil dipompa hanya bisa mengairi sebagian kecil lahan saja, sehingga petani membiarkan sebagian besar lahannya terbengkalai.

Kondisi sawah yang kering tersebut tampak di Kecamatan Pusakanagara dan Pusakajaya. Mekipun lahan sawahnya memilik jaringan irigasi teknis, tetapi pasokan airnya sangat minim sehingga tidak memungkinkan untuk menggrap sawah.

sawah kering subang

Sawah di daerah Binong kekeringan tak mendapat pasokan air (22/9/2014)

Camat Pusakanagara, Ela Nurlela mengatakan setiap tahun memasuki musim kemarau, lahan sawah di daerahnya paling parah mengalami kekeringan. Beberapa daerah yang paling parah mengalami kekeringan, di antaranya Desa Rancadaka dan Patimban.

“Di dua desa itu pasokan air paling minim malahan untuk beberapa areal sawah airnya sudah tak masuk, jadi lahan sawah tak bisa ditanami,” katanya.

Hal serupa terlihat di daerah lainnya, seperti Pagaden, Binong, Cipunagara, Compreng, apalagi daerah tadah hujan seperti di Pabuaran dan Cipeundey, sebagian besar sawahnya sudah tak bisa ditanami.

Lahan sawah yang tak tergarap tersebut kini dimanfaatkan menggembala ternak untuk memberi makan ternak mereka dengan sisa-sisa panen dan rerumputan yang masih tumbuh. Para pemilik ternak juga kesulitan mencari pakan ternak di musim kering ini.