Jalal, Anak Subang yang Bermimpi Jadi Bintang Persib

Di tengah lapangan, para pemain Saswco terlihat murung saat penendang pertama mereka, Rajak gagal mencetak gol dalam drama adu penalti di final Festival Sepakbola Anak Piala Siliwangi KU-10 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (14/9/14). Bahkan, sebagian ada yang meneteskan air mata, saat algojo SSB Siliwangi, Sudi berhasil menjebol gawang mereka.

Untung, penendang kedua Saswco, Faiz berhasil menyarangkan si kulit bundar dan dua pemain SSB Siliwangi gagal mengeksekusi penalti. Keadaan kembali imbang. Para pemain dan pelatih kedua tim terlihat tegang. Sebab, pemenang pertandingan harus ditentukan oleh eksekusi penalti terakhir Saswco yang dipercayakan kepada Jalal.

Bila eksekusi Jalal masuk, maka Sawsco juara. Sebaliknya bilatidak masuk, SSB Siliwangi yang jadi kampiun. Maka, adu mental antara Jalal dan kiper SSB Siliwangi, Adam, pun terjadi.

Keadaan semakin tegang saat peluit dibunyikan. Jalal mengambil ancang-ancang. Tendangannya terbaca dan berhasil ditepis Adam. Tapi bola tetap masuk.

jalal subang

Gol. Para pendukung Saswco yang memenuhi tribun bergumuruh. Jalal berlari ke tribun, diikuti rekan-rekannya. Mereka riuh merayakan gol kemenangan yang dicetak Jalal. Tangisan pecah. Tangisan kebanggaan. Jalal si anak dari keluarga tak mampu menjadi penentu kemenangan Saswco. Di sudut lain, pemain SSB Siliwangi tertunduk lesu harus menerima kekalaha denga lapang dada.

Pelatih Sawsco, Ismu Suardiman menuturkan, Jalal sempat tidak mau menjadi algojo terakhir. Tetapi setelah dibujuk Jalal berani dan siap. “Pada awalnya tidak mau menendang pinalti. Cuman saya bujuk, jangan terbebani menang dan kalah. Akhirnya dia mau,” jelas Ismu.

Bukan hanya mempersembahkan gelar juara bagi Saswco, pemain bernama lengkap Muhammad Jalaludin Suyuti itu menjadi pencetak gol terbanyak pada ajang sepakbola yang baru pertama kali digelar tersebut. Jalal menjadi pemain tersubur dengan 6 gol dan berhak mendapatkan sepasang sepatu. Selama jalannya kompetisi, pemain yang mengidolakan Lionel Messi sangat energik menjaga lini tengah saswco tetap solid. Selain itu, menjadi pilihan pelatih untuk menjebol gawang lawan.

“Dia anaknya cerdas dan mampu beradaptasi dengan cepat. Skill individunya saat membawa bola melewati lawan serta bisa bermain di banyak posisi,” jelas Ismu.

Meski berasal dari keluarga kurang mampu, pemain yang lahir pada 13 Juli 2004 memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi yang terbaik. Dia mempunyai cita-cita kelak bermain di Stadion Siliwangi dengan kostum Persib. “Nanti pengen main di Persib,” ujar Jalal yang masih duduk di bangku SDN Kamarung, Subang. (Galamedia)